
Jurnalis: Nurunnisaa Alimah A
Editor: Masdin
Unsulbar News, Majene. Siapa yang tidak kenal dengan Joker? Seseorang dengan mental breakdown skizofrenia yang tidak diterima di masyarakat adalah salah satu gambaran dari sosok Joker. Sosok Joker banyak di jumpai dalam film, novel dan komik sebagai badut psikopat, karakter Joker sudah dipertahankan untuk terus hidup sebagai villain dengan masa lalu yang misterius. Joker pertama kali muncul dalam komik Batman pada tahun 1940, hingga seri film dalam Batman: The Dark Knight Rises 2012 yang hadir sebagai musuh besar Batman. Pada novel grafis berjudul The Killing Joke karya Alan Moore juga sedikit banyak menjelaskan asal-usul karakter Joker.
Di awal Oktober 2019 ini, warga sosial media dihebohkan dengan tagar trending #Joker yang langsung berada pada posisi kedua sebelum film Joker sendiri ditayangkan. Film psikologis garapan Todd Phillips ini dirilis pada 4 Oktober 2019 diadaptasi berdasarkan karakter Joker karya DC Comics. Film ini disambut baik para penggemar dan telah menjadi trending topic di Indonesia sejak awal ditayangkan hingga hari ini. (24/10/2019) Berbagai macam hal yang dilakukan penggemar, ada yg mengaku terinspirasi oleh cara berfikir hingga mengunjungi tempat-tempat pembuatan film Joker.
Film Joker telah masuk jejeran Box Office dengan pendapatan lebih dari $500 dollar, banyak mendapat pujian dan kontroversi di kalangan masyarakat, banyak yang beranggapan bahwa film ini terlalu memperlihatkan kekerasan dan kekejaman brutal yang tidak patut ditonton semua usia, ada pula yang berpendapat bahwa film Joker memiliki banyak pesan tersirat yang menggambarkan penolakan terhadap ketidakadilan dunia.
Patman Hajar, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sulawesi Barat memberikan komentar tentang Joker 2019.
“Joker menurut saya bisa mewakili semua sisi kejahatan yang disembunyikan dibalik kejahatan-kejahatan yang dianggap normal, keresahannya tentang dunia dan Joker ini tidak munafik. Film Joker membuat kita melihat dunia dari sisi pandangan yg berbeda,” ujarnya kepada Unsulbar News.
Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu menambahkan bahwa karakter Joker yang sekarang (Joker 2019) itu adalah bagaimana keresahan dia dalam melihat dunia. “Kalau Joker yang dulu (The Dark Knight Rises) itu memperlihat sisi psikopat yang kejam, tapi cerdas dalam memanajemen konflik.” tuturnya.
Mahasiswa jangkung ini juga mengungkapkan bahwa sangat susah untuk menjelaskan karakter Joker dalam sequel terbarunya, karna berhubungan dengan kejiwaan. Terlepas dari sikap psikopatnya, Joker hanya seseorang yang rapuh yang diperlakukan buruk di masa lalu dan mencoba bangkit melawan. “I used to think my life was a tragedy, but now I realize, it’s a comedy.” Joker 2019.
