
Penulis : Sabria
Editor : Masdin
Unsulbar News, Polewali . Mengangkat tema pengembangan sumber daya pertanian untuk menunjang ketahanan pangan dan perekonomian di tengah pandemi covid-19, Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi empat perguruan tinggi yakni UNSULBAR, UNY ,UMPAR dan UIN SUKA mengadakan Dialog Terbuka.
Dialog terbuka dinarasumberi oleh kepala dinas Tanaman Pangan Hortikultural dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat tersebut dihadiri para petani serta masyarakat di Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar.
Melihat mayoritas masyarakat Bumiayu bermatapencaharian di bidang pertanian, dimana tidak lepas dari kendala di masa panen ini, khususnya tantangan hama, menjadi alasan diadakannya dialog terbuka tersebut, agar masyarakat bisa langsung menyampaikan keluhannya.
“Kami dari KKN Kolaborasi mengangkat tema demikian karena melihat situasi dimana masyarakat Bumiayu mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dalam dunia pertanian itu sendiri tidak lepas dari yang namanya tantangan ataupun kendala. Nah kebetulan di musim panen ini, kami mendengar banyak keluhan yang disampaikan oleh petani, terutama pada persoalan hama yang mereka tidak mampu tangani, akibatnya hasil panen sangat menurun dan pendapatan petani juga ikut menurun” ujar Wahyuddin mahasiswa KKN jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah dari UIN SUKA.
Adapun hasil dari dialog terbuka tersebut ialah sebagai berikut :
- Kepala dinas langsung merespon keluhan” petani dengan mencoba membantu untuk menjelaskan persoalan hama baru sebagaimana dimaksud petani tadi dan akan secepatnya melakukan tindakan untuk menghentikan tersebar luasnya hama tersebut.
- Menyarankan kepada masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk mencoba bercocok tanam Skala rumahan dengan metode bercocok tanam organik sebagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan skala kecil.
- Mendorong Pemuda desa untuk tertarik terjun dalam dunia pertanian dengan mencoba kembali mengaktifkan KPM ( kelompok petani muda ).
- Masyarakat Bumiayu harus lebih maksimal dalam memanfaatkan sumberdaya yg ada disekitarnya, terutama pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk pertanian.
“Tidak perlu malu berprofesi sebagai petani karena sebenarnya petani sangat besar jasanya bagi masyarakat. Pertanian itu pekerjaan yang menguntungkan sekali sebenarnya, karena sampai kapanpun akan selalu dibutuhkan, selama kita masih mengkonsumsi beras dll sebagai makanan pokok selama itu juga pertanian akan selalu hidup.” Kata pak Muhtar SP.
Masyarakat Bumiayu khususnya kelompok tani dan kelompok wanita sangat antusias menghadiri kegiatan dialog terbuka, karena peserta dapat menyampaikan keluhan-keluhan langsung ke dinas terkait. Mereka berterimakasih kepada KKN kolaborasi karena sudah menfasilitasi dialog terbuka tersebut.

