Organisasi Kepemudaan Kolaborasi Lakukan Aksi Donor Darah

Gambar: Proses donor darah oleh kolaborasi organisasi Kepemudaan, kemahasiswaan dan masyarakat di Majene

Jurnalis: Nurunnisaa Alimah A.

Unsulbar News, Majene – Masih dalam suasana memperingati Hari Sumpah Pemuda, organisasi pemuda, mahasiswa dan masyarakat di Majene kolaborasi gelar Aksi Donor Darah, di pelataran Dee ja Coffee & Resto, Sabtu (30/2021) sore.

Bertema “Setetes Darah Menyambung Kehidupan”, aksi yang berlangsung mulai pukul 15.00 sampai dengan 22.00 Wita tersebut diikuti antusias oleh masyarakat. Dengan jumlah peserta pendonor sebanyak 60 orang, namun jumlah kantong darah yang berhasil terkumpul sebanyak 27 kantong saja. Hal ini dikarenakan beberapa peserta pendonor tidak memenuhi syarat untuk melakukan donor darah.

Adapun banyaknya golongan darah yang terkumpul setiap kantongnya terdiri dari golongan darah A sebanyak 7 kantong, B sebanyak 7 kantong, O sebanyak 11 kantong dan AB sebanyak 2 kantong.

Rickabrahim, AMK selaku aktafer UTD Polewali Mandar yang bertugas dalam Aksi Donor Darah ini kepada Unsulbar News memberitahukan bahwa terdapat syarat-syarat menjadi pendonor yang harus dipenuhi sebelum melakukan donor darah, seperti sehat jasmani dan rohani, usia minimal 17 tahun, berat badan minimal 45 kg.

Selain itu tekanan darah sistole 100-170, tidak mengkonsumsi obat-obatan dalam 3 hari terakhir, kadar haemoglobin 12,5g% sampai dengan 17,0g%, Interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya.

Di hari yang sama, Kadri selaku Kordinator Aksi Donor Darah saat ditemui disela-sela kegiatan mengungkapkan tujuan pelaksanaan aksi ini mengingat bahwa gerakan-gerakan konkret dalam gerakan kemanusiaan yang dapat langsung dirasakan kebermanfaatannya oleh masyarakat salah satunya adalah aksi donor darah ini. Selain itu, melihat kebutuhan masyarakat dan hadirnya kita sebagai pemuda yang terhimpun dalam organisasi dan komunitas mampu melihat ini sebagai sebuah problema yang tidak dapat didiamkan.

“Melihat kebutuhan masyarakat dan (hadirnya) kita sebagai pemuda yang terhimpun dalam organisasi dan komunitas mampu melihat ini sebagai sebuah problema yang tidak dapat didiamkan karena hal ini dapat berdampak pada diri kita sendiri selaku bagian dari masyarakat,” ungkapnya (30/10).

Pemuda dengan kemeja biru denim ini melanjutkan bahwa tujuan aksi yang dilaksanakan dalam momentum Hari Sumpah Pemuda yakni mengajak teman-teman untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berdonor darah.

“Tujuannya ialah mengajak teman-teman untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kita mendonorkan darah bagi yang membutuhkan. Kenapa anak-anak muda yang kami gerakkan? Karena kesadaran dan kepedulian kita sesama manusia sangatlah kurang,” tuturnya lantang.

Kordinator Aksi Donor Darah yang juga merupakan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini berharap kegiatan dapat berkelanjutan dan bukan hanya aksi donor darah tetapi juga sunatan massal. Di akhir wawancara, ia mengungkapkan rasa syukur dan berpesan tentang kesetaraan kita dalam hal kemanusiaan.

“Saya punya pesan penting bahwa siapapun dia, dari latar belakang apapun, dari agama apapun, bicara soal kemanusiaan kita semua sama. Jadi tidak ada perbedaan diantara kita. Kita harus saling menolong. Hal baik dari niat yang baik juga akan memberikan hasil yang baik,” tutupnya

Dee ja Coffee & Resto sebagai lokasi aksi donor darah

Selain menjadi tempat aksi donor darah, Dee ja Coffee & Resto menyediakan menu spesial Hari Sumpah Pemuda bagi pendonor yakni nasi goreng Pemuda, ini sebagai dukungan dan ucapan terima kasih karena telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Adapun lembaga kemasyarakatan, pemuda dan mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Aksi Donor Darah ini yakni Yayasan Badara, SEMMI Cabang Majene, Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Majene, Kohati HMI Cabang Majene, PMII Komisariat Unsulbar, Perhimpunan Mahasiswa Mamuju (Permaju), Ikatan Mahasiswa Pasangkayu (IMP), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Se-Indonesia (ILMISPI) Kabupaten Majene, Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten (IPMK) Kota Baru, Perhimpunan Mahasiswa Tutar (Permatur), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Unsulbar , Palang Merah Indonesia dan UTD Polewali.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok