
Penulis : Alber
Unsulbar News, Majene —Tiga mahasiswa terbaik program studi (prodi) Ilmu Hukum mewakili Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di ajang Gebyar Konstitusi Nasional.
Mereka adalah Zulkifli Hajar (20), Husnul Khotima (20) dan Nurasya (21). Mereka akan mengikuti lomba debat konstitusi 17 hingga 19 Maret 2023 mendatang.
Gebyar Konstitusi ke-VII ini diselenggarakan Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi (LeDHaK) Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas), kerja sama dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Mengusung tema “Patuh Pada Nomokrasi, Setia Pada Demokrasi, Bersatu di Bawah Konstitusiā, akan berlangsung di FH Unhas.
Puluhan perguruan tinggi telelah terdaftar sebagai peserta. Termasuk satu tim Unsulbar yang beranggotakan tiga mahasiswa hukum.
Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Debat dan Kajian Hukum (LDKH) Prodi Hukum Unsulbar, tim ini akan memperjuangkan nama almamater.
Saat ini ketiga mahasiswa Unsulbar itu terus melakukan persiapan. Salah satu persiapan mereka berupa konsultasi dengan pembimbing, para dosen hingga alumni.
Husnul Khotima, salah satu anggota tim menuturkan proses tersebut sangat membantu untuk menyusun argumentasi yang tidak hanya berisi namun komprehensif. Adanya tim riset juga mendukung penyusunan argumentasi, brainstorming, dan fiksasi setiap sebelum bertanding,”
Tidak mudah bagi mereka, mental, pikiran dan tenaga harus ia persiapkan. Ada 15 universitas terbaik di Indonesia yang akan berlaga di ajang tersebut.
“Kami harus terus latihan saat sesudah kuliah dan selalu mempersiapkan mental sebaik mungkin. Karena kami akan menghadapi 15 Universitas terbaik se-Indonesia. Ada beberapa universita yang kami rasa memiliki delegasi yang kuat dan memiliki kecerdasan yang luar biasa seperti UI, UGM, Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Udayana Bali, kami harus mampu menyainginya dan harus kami kalahkan,” tutur Husnul, Jumat (10/3/2023).
Namun dibalik semangat latihan dan antusias mempersiapkan segala pikiran dan mental, delegasi Unsulbar tersebut sangat mengharapkan pihak universitas memberikan dukungan, baik berupa dukungan moril maupun materil.
Secara terpisah, pembimbing tim debat Unsulbar, Hendi Purnomo S H turut memberikan semangat kepada timnya itu. Ia juga meminta dukungan kepada seluruh civitas akademika Unsulbar.
“Delegasi ini adalah orang terbaik se-Universitas Sulawesi Barat. Ketiganya mampu mengalahkan mahasiswa di fakultas-fakultas lain dalam ajang lomba Debat Ilmia antar fakultas tingkat Unsulbar. Seharusnya kampus bergerak memberikan apresiasi dan dukungan,” ujar Hendi.
“Saya sebagai pembimbingnya sangat salut dan bangga kepada mereka. Dan kepada pihak kampus tolong buka hati dan hargailah perjuangan mereka. Pihak kampus harus tidak ada penekanan lagi untuk prodi hukum di Universitas Sulawesi Barat, setidaknya Bentuk sendiri Fakultas Hukum,” sambung alumni Unsulbar tersebut.

