
Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi
Jurnalis: Muhammad Irpan
Unsulbar News, Majene – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Allo Simbar di Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, kini kembali hidup. Setelah bertahun-tahun terbengkalai, tempat itu kini dipenuhi suara anak-anak yang membaca dan bercerita.
Kebangkitan TBM ini merupakan hasil kerja sepuluh mahasiswa lintas disiplin ilmu dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Kamis (9/7/2026)
Sebelum disentuh mahasiswa, kondisi TBM Allo Simbar memprihatinkan. Ruangan kotor dan tidak terawat, ribuan buku berserakan tanpa kategori, serta tidak ada sistem pengelolaan.
Dampaknya, masyarakat khususnya anak-anak kehilangan ruang untuk mengakses bacaan berkualitas.
Melihat kondisi itu, Koordinator Tim KKN-T Supriadi Hakiki bersama anggota lainnya langsung bergerak membersihkan ruangan, menata ulang rak, dan mengkategorikan lebih dari seribu koleksi buku.
Seluruh data buku juga didata ke dalam spreadsheet digital agar pengelolaan ke depan lebih mudah.
“Sebelumnya TBM ini tidak terurus dan tidak difungsikan dengan baik. Kami ingin mengembalikan fungsinya sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Kami membersihkan ruangan, menata rak, dan mengelompokkan buku agar lebih rapi dan nyaman untuk dikunjungi,” ujar Supriadi.
Hidupkan Minat Baca Lewat Kegiatan Kreatif
Pembenahan fisik dibarengi dengan program literasi. Tim menggelar kegiatan Membaca Nyaring di enam lingkungan: Tunda, Tulu, Pappota, Lipu, Layonga, dan Kampung Baru. Mahasiswa membacakan cerita dengan ekspresi, diselingi tanya jawab dan kegiatan mewarnai.
Salah satu anggota KKN-T, Nur Alisah, menyampaikan antusiasme dan keseruan selama kegiatan berlangsung.
“Antusiasme anak-anak sangat luar biasa. Mereka yang awalnya malu-malu, kini berani maju ke depan untuk menceritakan kembali isi buku yang mereka dengar. Kami juga memberikan hadiah sederhana untuk memotivasi mereka,” kata Nur Alisah.
Semangat literasi juga dibawa ke sekolah. Di SD Negeri 56 Kampung Baru, 26 siswa mengikuti “Cerdas Mengulas Buku”, sementara di MTs DDI Majene, 54 siswa mengikuti program “Menulis Cerita Berbasis Isi Buku Bacaan”.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Apresiasi Literasi Tingkat Kelurahan berupa Lomba Membaca Nyaring dan Mengulas Buku. Sebanyak 21 anak perwakilan lingkungan tampil di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Majene.
Selain literasi, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan sosial. Mereka mengadakan senam bersama, bakti sosial membersihkan kantor kelurahan dan Lingkungan Tunda, serta membangun taman mini di lahan yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah.
Kini TBM Allo Simbar memiliki ruang baca yang bersih, rapi, dan sistem administrasi yang jelas untuk peminjaman buku. Minat baca anak-anak dan masyarakat juga mulai tumbuh.
Dengan kegiatan ini, Supriadi berharap literasi tetap berlanjut dan TBM tetap berjalan.
“Kami berharap semangat literasi ini terus berlanjut, kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan penggiat literasi setempat agar, kegiatan di TBM Allo Simbar dapat berjalan secara berkelanjutan setelah program KKN selesai, tutupnya.
Berkat kolaborasi mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, TBM Allo Simbar kembali menjadi oase pengetahuan bagi generasi muda di Kelurahan Labuang Utara.

