
Sumber Foto: Unsulbar News
Jurnalis: Muhammad Irpan
Unsulbar News, Majene – Semangat menuntut ilmu membawa dua mahasiswa asal Papua menempuh ribuan kilometer untuk kuliah di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Anisa Homba asal Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dan Maya Chaesa M. Kanisa asal Kabupaten Biak Numfor, sama-sama diterima di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Unsulbar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Keduanya ditemui di sela kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Auditorium Unsulbar, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Anisa, lulusan SMA Genius Tangerang, Banten, diterima di Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) FIKES Unsulbar. Program Studi K3 merupakan pilihan ketiganya saat mendaftar SNBT.
Sementara itu, Maya, lulusan SMA Santo Mikael, menjadikan Program Studi Keperawatan FIKES Unsulbar sebagai pilihan pertama. Ia bahkan mengalahkan pilihan keduanya di Program Studi Keperawatan Universitas Airlangga.
Bagi keduanya, Sulawesi Barat merupakan daerah yang benar-benar asing sebelum mereka menginjakkan kaki di sana. Kesan pertama yang paling melekat adalah lokasi Kampus Unsulbar yang berada di kawasan pegunungan dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, keduanya mengaku diterima dengan hangat oleh teman-teman baru selama mengikuti PKKMB. Suasana ramah tanpa kendala berarti membuat mereka cepat beradaptasi di lingkungan baru.
Perjalanan panjang dari Papua ke Sulawesi Barat ini tidak lepas dari restu keluarga, meski awalnya sempat menuai pertanyaan.
Anisa mengaku keluarganya sempat mempertanyakan pilihannya kuliah di Majene, padahal ia memiliki keluarga di Maros.
“Keluarga bilang, kenapa harus di Majene, padahal ada keluarga di Maros. Terus saya bilang, kan menuntut ilmu di mana pun pergi saja,” ujar Anisa.
Kisah serupa juga dialami Maya. Orang tuanya semula berharap ia melanjutkan kuliah di Yogyakarta, namun keputusan berubah setelah dinyatakan lolos di Unsulbar.
“Orang tua itu maunya di Jogja, tapi karena terpilihnya di sini, jadi saya ingin melanjutkan ilmu di Universitas Sulawesi Barat,” ujar Maya.
Kisah Anisa dan Maya menjadi potret keberagaman mahasiswa baru Unsulbar tahun ini. Sekaligus menjadi bukti bahwa jarak bukan penghalang untuk mengejar cita-cita menempuh pendidikan tinggi.

