
Jurnalis: Magfirah
Unsulbar News, Majene- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan kegiatan pendampingan dan penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Resky Kuliner berbasis digital marketing di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian pada Kamis hingga Jumat (3-4/9/2026).
Kegiatan ini merupakan program PKM dengan skema Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan yang dilakukan oleh dua dosen Fekon, Indahyani B, S E M Ak dan Wulan Ayuandiani, S E M M.
Mengusung tema “Strategi Akselerasi Penjualan Abon Marlin Desa Lapeo Melalui Pelatihan dan Pendampingan Terintegrasi Berbasis Digital Marketing Shopee”, kegiatan ini fokus pada pemanfaatan digital marketing melalui marketplace Shopee.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknis UMKM Resky Kuliner Lapeo dalam mengelola pemasaran berbasis digital dan memberikan pemahaman tata kelola transaksi keuangan modern melalui implementasi digital payment (QRIS).
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi dan praktik pembuatan akun Shopee. Hal ini dilakukan untuk membantu manajemen pemasaran digital agar dapat menjangkau konsumen di luar daerah UMKM.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan digital payment (QRIS) sebagai sistem manajemen keuangan untuk transaksi nontunai yang tercatat dan terintegrasi.
Tahap terakhir adalah pelatihan packaging produk guna meningkatkan manajemen pemasaran, daya tarik visual, keamanan produk, serta brand awareness Resky Kuliner Lapeo.
Saat diwawancara, Wulan Ayuandiani, S E M, menginginkan UMKM Resky Kuliner Lapeo dapat memanfaatkan platform digital secara mandiri.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu UMKM Resky Kuliner Lapeo agar tidak hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional, tetapi juga mampu memanfaatkan platform digital seperti Shopee untuk memperluas jangkauan pasar,” ucapnya melalui pesan WhatsApp.
Lebih lanjut ia berharap setelah kegiatan selesai, UMKM mampu mengembangkan usahanya.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini selesai, pelaku UMKM dapat melanjutkan dan mengembangkan sendiri apa yang sudah kami berikan, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan selama program berlangsung, tetapi bisa berkelanjutan dan meningkatkan daya saing produk lokal,” tutup Wulan dalam pesan WhatsApp.
Pemanfaatan platform digital tersebut menjadi salah satu langkah penting di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke ruang digital. Melalui pendampingan ini, pelaku UMKM tidak hanya diperkenalkan dengan marketplace, tetapi juga diarahkan agar mampu mengelola pemasaran produknya secara lebih mandiri.
Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

