
Jurnalis : Muh Taufan Amir
Editor : Mardiwansyah
Unsulbar News, Majene. Dalam rangka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dosen di lingkungan Kemenristekdikti wilayah penempatan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), para peserta yang di nyatakan lulus pada tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) selanjutnya melakukan tes tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) hari ini, Senin( 13/11/2017) di gedung Tasha Centre, Majene.
Dihadiri langsung Rektor Unsulbar, Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II (WR II) , serta beberapa jajarannya, dan seluruh dekan Fakultas Unsulbar, tes SKB diikuti oleh peserta tidak hanya berasal dari Sulbar saja, ada juga yang berasal dari beberapa provinsi di indonesia untuk bersaing menjadi dosen di Unsulbar.
Di temui jurnalis Unsulbar News, WR II Ir. H. Anwar Sulili M.Si, mengatakan bahwa kuota CPNS sebanyak 24 orang yang terbagi atas beberapa program studi ada yg kuotanya dua dan ada yang satu. “ Total peserta sebanyak 48 dan 5 orang tidak menghadiri tes SKB ini, jadi sisa 43 peseta dan prodi agribisnis sudah dinyatakan tdk memiliki kuota lagi karena pada tes sebelumnya hanya satu yg lulus dan kemudian pada tes SKB sekarang ini peserta tersebut sdah tdk hadir lagi” ujar WR II.
Dirinya menambahkan bahwa terkait penilaian hasil akhir, pihak Unsulbar selaku penyelenggara tidak mengugurkan, hanya menilai tes akademik, tes wawancara dan mikro teaching. “ kalau SKB 100 % dan tes potensi akademik 40 % kemudian wawancara 30 % dan mikro teaching 30%” tambahnya.
“ Kepanitiaan Unsulbar akan mentotalkan nilainya lalu nilai tersebut akan dikirimkan ke Jakarta dan panselnas akan menggabungkan dengan tes SKD sebelumnya dan komposisi untuk menentukan kelulusan adalah 60 % SKB dan SKD 40 %. Tapi yang merata ratakan adalah pihak disana , jadi kita tinggal menunggu hasil dari sana , yang lulus siapa saja” tegas wakil rektor II yang juga dosen Unhas Makassar.
Salah satu peserta tes SKB Suparjo Razasli Carong kepada Unsulbar News mengungkapkan perasaannya mengkuti tes SKB. “ Rasanya pasti deg-degan, kalau peluang semua pasti sama besar” ungkapnya.
Selain itu menurutnya dengan komposisi nilai 60% peluang lebih besar didapatkan bagi peringkat pertama pada tes SKD kemarin. “ Untuk jurusan saya ada 6 peserta , tapi 1 orang tidak hadir jadi tersisa 5 orang dengan kuota hanya 2 orang. Jadi sekarang tetap berdoa dan berusaha saja” ujar Suparjo.
Dari informasi yang dihimpun , besok pagi (Selasa) akan dilaksanakan tes wawancara oleh masing-masing fakultas dengan penanggung jawab Dekan kemudian dilanjutkan dengan mikro teaching pada siang harinya.

This platform offers you the chance to find professionals for occasional high-risk projects.
You can efficiently set up services for particular needs.
All contractors are qualified in handling complex operations.
killer for hire
Our platform ensures private arrangements between users and specialists.
Whether you need immediate help, the site is the perfect place.
List your task and find a fit with an expert instantly!