
Penulis: Nila Isnaina
Editor: Masdin
Unsulbarnews, Majene. Program studi (Prodi) ilmu Hubungan Internasional (HI), Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) gelar Program Short Diplomatic Course (SDS) di gedung Lembaga Penjamian Mutu Pendidikan (LPMP) Rangas, Majene, Kamis (20/12/2018).
Program ini merupakan simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau Model United Nations (MUN), dimana para peserta merupakan mahasiswa HI Unsulbar 2017 yang berperan sebagai delegasi atau mewakili negara yang telah ditentukan sebelumnya oleh panitia. Tercatat sebanyak 65 Delegasi hadir untuk membahas mengenai isu perubahan iklim (Climate change) yang menjadi ancaman dunia Internasional saat ini.
Sidang yang dipimpin langsung oleh dosen HI, Rezky Prawira sebagai Director dan Andi Ismira sebagai Chair Person, turut ikut pula Dinda Julia Putri (HI angkatan 2016) sebagai Rapparteur. Bak Diplomat sungguhan, para delegasi diberikan kesempatan mengajukan mosi seputar perubahan iklim guna mencari resolusi yang paling tepat dalam penanganan ini.
Ditengah konferensi, forum dihebohkan dengan pemutaran sebuah video ancama teroris yang seolah-olah berhasil membobol situs resmi PBB dan meminta kepada para delegasi untuk segera mencari resolusi mengenai isu pembahasan. Jika tidak, maka dalam waktu 3 jam rudal nuklir akan diluncurkan ke lokasi dimana sidang dilaksanakan. Para delegasipun berunding dan membicarakan langah apa yang harus dilakukan demi kepentingan bersama.
Seperti SDC sebelumnya, ini merupakan projek bagi mahasiswa HI angkatan 2016 sebagai panitia penyelenggara sekaligus praktek mata kuliah Teknik dan Strategi Diplomasi (TSD) bagi HI 2017. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini berjalan dengan lancar tanpa kendala.
Dengan terselenggaranya kegiatan, Asma Amin, S Ip Ma selaku pengampuh mata kuliah TSD yang ikut memantau kegiatan berpesan kepada para mahasiswa HI, bahwa apa yang mereka lakukan dan rasakan adalah gambaran kecil bagaimana suasana dan kondisi dalam forum internasional yang penuh dengan kepentingan dan tekanan dari negara-negara lain. “Disinilah Diplomasi kalian diuji,” ucapnya dalam acara penutupan.
Ia berharap SDC tahun depan lebih baik dari yang sebelumnya. Diakhir acara, panitia mengumumkan beberapa delegasi negara yang mendapatkan award, diantaranya Best Paper, Best Dress, Best Atitude, Bes Outstanding delegation dan lain sebagainya.
Salah satu peserta, Krisman Heriamsal mengaku melalui kegiatan SDC ini, membuat dirinya merasa betapa penting dan perannya seorang diplomat.
“Saya secara pribadi melalui kegiatan ini menyadari betul betapa penting dan besarnya peranan seseorang yang merupakan representatif dari suatu negara utamanya dalam konferensi-konferensi misalnya PBB. Karna dia harus mampu menyeimbangkan antara kepentingan negara dan kepentingan bersama antara negara,” balasnya saat dihubungi via telepon (21/12).
Lanjutnya, ia merasa bangga karena diberi kepercayaan sebagai Delegasi Amerika Serikat. “sudah pasti bangga, senang, terus ya intinya SDC ini benar-benar membuat saya makin jatuh hati dengan HI,” tutupnya.

