Resensi Film: Hidden Figures: “Dengan Kegigihan, Semua Jalan Akan Terbuka”

Gambar : Poster film Hidden Figures

Oleh: Yona Vin Ziolina

Sutradara: Theodore Melfi
Produser: Donna Gigliotti, Peter Chernin, Jenno Toping, Pharrell Williams, Theodore Melfi
Sinematografi: Mandy Walker
Perusahaan produksi: Fox 2000 Pictures, Chernin Entertainment, Levantine Films, TSG Entertainment
Distributors: 20th Century Fox
Tanggal rilis: 10 Desember 2016
Negara: Amerika

Unsulbar News, Majene. Hidden Figures merupakan film drama biografi Amerika Serikat 2016 yang diangkat berdasarkan buku dengan judul yang sama. Karya Margot Lee Shetterly menceritakan tentang seorang matematikawan wanita berkulit hitam Kathrine Johnson (Taraji P. Henson) beserta dua rekannya Dorothy Vaughan (Octavia Spencer) dan Mary Jackson (Janelle Monae) yang berjuang atas suasana segregasi (pemisahan berdasarkan ras dan warna kulit) yang mereka terima kala itu (1961).

Mereka bertiga bekerja di bagian West Area Computers di Pusat Penelitian Langley untuk membantu NASA (National Aeronautics and Space Administration) pada ketertinggalannya dalam perlombaan antariksa melawan Uni Soviet (Rusia), antara tahun 1957 hingga 1975.

Katherine Johnson sendiri merupakan seorang matematikawan yang cemerlang, bahkan ketika masih kecil dia berhasil menyelesaikan soal persamaan aritmatika linear yang tidak bisa diselesaikan anak-anak seusianya. Kegeniusannya dalam matematika ini kemudian mengantarnya bekerja di NASA sebagai pegawai.

Suatu hari Kathrine mendapatkan kesempatan untuk bekerja pada Kelompok Kerja Luar Angkasa (yang melakukan hitungan matematika super-jelimet bagi NASA). Yang kemudian dalam sejarah dia adalah wanita pertama sekaligus berkulit hitam yang bekerja di kelompok tersebut.

Walau begitu, bekerja disana bukanlah sesuatu yang mudah dan dibutuhkan mental kuat. Perlakuan diskriminasi pada kulit hitam harus diterimanya dari rekan-rekan kerjanya. Pemisahan cangkir minum dan memisahkan toilet misalnya.


Sama halnya dengan Kathrine, Mary Jackson juga harus menerima ketidakadilan dalam iklim segregasi AS. Mary seorang ahli teknik yang mendapatkan penolakan untuk menjadi teknisi di NASA, kecuali dia menerima ijazah dari sebuah peguruan tinggi berkulit putih. Perjuangan Mary kemudian harus mendapatkan ijazah dari perguruan tersebut.

Terdapat pula Dorothy Vaughan, keinginannya menjadi Supervisor atau pengawas dari Area Barat sangat sulit diperolehnya, lagi-lagi karena warna kulit menjadi penghambat.

Film ini memang menyinggung tema mengenai diskriminasi warna kulit di samping mengenai sejarah NASA. Dengan gambaran sosok-sosok tersembunyi yang berperan dalam kesuksesan NASA. Kita dapat menyaksikan kegigihan, ketabahan, kerja keras, dan pantang menyerah melalui tokoh Kathrine, Mary, dan Dorothy dengan karakter mereka yang berbeda namun tetap saling melengkapi. Mereka tetap melakukan yang terbaik untuk menggapai tujuan mereka.

Melalui film inspirasional ini, kita juga bisa mendapatkan pengetahuan mengenai sejarah, sains, dan tentu saja mengenai NASA sendiri. Selain itu, filmnya tidaklah kaku, karena terkadang diselipi beberapa dialog bernada komedi.

Mendapatkan ulasan yang baik dari kritikus, film ini sempat dinominasikan pada 3 piala Oscar yaitu kategori Film Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, dan Aktris Pembantu Terbaik (Octavia Spencer).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok