
Oleh : Febrianti Daeng Mangetten
Judul film : Masquerade
Sutradara : Choo Chang-min
Produser : Im Sang-jin, Won Dong-yeon, Kim Ho-seong, Mikey Lee
Editor : Nam Na-yeong
Durasi : 131 menit
Penulis naskah : Hwang Jo-yoon
Pemeran : Lee Byung-hyun, Ryu Seung-ryoung, Han Hyo-joo
Unsulbar News. Majene. Mengusung genre drama sejarah, Film ini berlatarbelakang sejarah salah satu raja Dinasti Joseon, Gwanghae. Film Masquerade yang diliris 2012 ini bisa dibilang ini salah satu film tersukses Korea Selatan.
Bagaimana tidak? Film ini berhasil menjual 12,3 juta tiket dan memenangi 15 kategori dalam Grand Bell Awards ke-49, termasuk Film Terbaik, Sutradara, Skenario dan Aktor.
Sebagaimana film bergenre drama sejarah lainnya, alur cerita tidak lagi sama persis dengan fakta sejarah.Ia sudah diadaptasi dari cerita The Prince and The Pauper. Alur cerita sangat menarik. Perasaan sedih, lucu, dan tegang bercampur jadi satu. Cerita berawal dari merebaknya isu pengkhianatan dalam lingkungan kerajaan. Di mana Raja dicoba untuk diracuni.
Hal itu tentu saja membuat Raja merasa tidak aman. Ia memerintahkan orang kepercayaannya, mencari seseorang yang mirip dengannya untuk menggantikan posisinya sementara waktu pada malam hari. Orang kepercayaannya pun menemukan seorang pelawak yang sangat mirip dengan Raja dan mampu menirukan karakter Raja dengan baik.
Rencana penyamaran yang mulanya hanya beberapa hari tersebut, terpaksa diperpanjang ketika Raja akhirnya berhasil diracuni oleh musuh. Di sini lah keseruan cerita dimulai. Penonton dibawa lebih dekat dengan kehidupan Raja yang sesungguhnya. Sang pelawak yang tak tahu-menahu tentang kehidupan dalam kerajaan, menjadi terkaget-kaget, dan tentu saja bertingkah di luar dari sifat Raja yang asli. Perubahan yang aneh ini pun menimbulkan keheranan para pelayannya. Semisal, pada waktu Raja akan buang air besar. Apakah kamu berpikir ada bilik mewah khusus untuknya?
Tidak sama sekali. Raja buang air besar di kamar miliknya, menggunakan wadah yang disediakan para pelayan. Bahkan cebok pun dilakukan oleh pelayan. Raja palsu tersebut secara spontan berteriak mengusir mereka. Namun karena hal tersebut tidak biasa, para pelayan tetap melakukan tugasnya seperti biasa, sambil memohon ampun. Walaupun tentu saja mereka sendiri tidak mengerti letak kesalahan mereka.
Di balik sisi lucunya, pelawak tersebut memiliki bakat kepemimpinan yang tegas dan sangat pro rakyat. Berbeda dengan Raja asli, yang mudah digiring oleh kepentingan politik para penasihat kerajaan licik. Sikapnya yang lembut dan murah hati, sekejap mampu menarik hati para bawahannya, hingga rela berkorban untuknya. Percintaan antara Raja dan Ratu juga sedikit mewarnai jalan cerita ini.
Beda orang, beda pula isi kepalanya. Keputusan dan kebijakan yang diambil Raja palsu, serta gerak-geriknya yang tak biasa, pada akhirnya tercium juga oleh musuh-musuh Raja. Bagaimana Raja palsu dan orang-orang kepercayaan Raja melewati itu semua, tergambar baik dalam alur cerita yang tak mudah ditebak. Saya sangat menyarankan untuk segera menonton film ini.
Untuk mendapatkan film tersebut, bisa klik di sini
