
Jurnalis :Ade Arsi
Editor : Masdin
Unsulbar News, Majene. Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) bersama mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh mengabdi di Desa Mekkata, Kecamatan Malunda, Majene.
Pengabdian yang merupakan program outbound dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berkaitan dengan Kampus Merdeka Belajar. Dimana mereka akan berada di lokasi selama 40 hari, sejak 5 Juni hingga 15 Juli mendatang.
Mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu titik gempa Sulawesi Barat (Sulbar) 6,2 Magnitudo pada Januari 2021. Dalam pengabdian, mereka bertugas sebagai relawan kemanusian.
Program kolaborasi dua universitas tersebut telah melakukan observasi dan memaparkan program kerja dalam seminar desa, Kamis (17/06/2021).
Program kolaborasi dua kampus itu akan berfokus pada pemunilihan pasca bencana seperti trauma healing bagi masyarakat dan pengelolaan potensi desa.
Koordinator Unimal, Arisky RM mengutarakan tujuan dari program pengabdian kemanusian dimana bukan sekedar eksistensi melainkan harapan dan senyuman.
“Tujuan utama dari pengabdian bukanlah eksistensial nilai melainkan harapan dan senyuman masyarakat, karena semangat adalah berasal dari apa yang dibutuhkan rakyat dan masyarakat,” tuturnya setelah memaparkan program di seminar desa.
Adapun koordinator Unsulbar, Muhammad Alif memaparkan terobosan yang ingin dicapai dari program kolaborasi ini dan mengungkapkan harapannya.
“Pada dasarnya kegiatan yang pengabdian ini diharapkan mampu memberi pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat dengan kolaborasi pemikiran-pemikiran cemerlang yang alhamdulillah direspon sangat baik oleh masyarakat secara keseluruhan,” utup mahasiswa angkatan 2017 tersebut.
Tentu kedatangan mahasiswa mendapat sambutan hangat dari pemerintah keluarahan. Kepala desa Mekkatta menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa Unsulbar dan Unimal.
Kepada jurnalis Unsulbar News, Muhammad Anwar Sadik, S Pd M Si mengungkapkan apresiasi terhadap program-program yang dijalankan oleh dua kampus trrsebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Universitas Malikussaleh dan Universitas Sulawesi Barat dan sangat mengapresiasi program-program yang dipaparkan karena ini merupakan program yang diharapkan oleh masyarakat dan mampu memberikan manfaat besar kedepannya,” ujarnya.
Adapun target yang ingin dicapai juga dalam program desa adalah explore dan di ekspos ke masyarakat luas, terkhusus di dusun Aholeang yang merupakan dusun di atas goa, mahasiswa Unimal maupun Unsulbar akan melakukan expedisi ke dalam goa aholeyang terlebih dahulu dan bekerja sama dengan mapala cakrawala yang menyediakan pendamping khusus ahli goa serta memfasilitasi alat-alat.
Setelah expedisi dilakukan, akan di putuskan apakah goa ini bisa dijadikan situs wisata yang dapat dikunjungi oleh banyak wisatawan dari dalam maupun luar daerah.
Akhir dari program ini, mahasiswa Unsulbar yang ikut berpastisipasi akan dikonversi menjadi nilai Kuliah Kerja Nyata (KKN).
