
Karya : Musfira
Ia berjalan dalam gua gelap dengan mata terbuka.
Terkadang ia berlari di lorong terang dengan mata tertutup.
Api menyalakan raganya.
Kenyataan mematikan jiwanya.
Dia itu perempuan malang.
Yang hidup dari recehan pria belang.
Ia berandai.
“Aku ini wanita cantik.”
Ia berkata.
“Aku ini berharga.”
Sekali ia menyangkal
“Aku ini kotor dan hina, namu aku menikmatinya.”
“Begini saja hidupku mau diapakan lagi.”
Ia tertawa dalam jiwanya yang remuk.
Ia dicintai terkadang juga dihinai.
Dibuatnya rapuh jiwanya.
Dibuatnya hina raganya.
Sekali lagi dia itu perempuan malang.

