
Jurnalis: Ade Irma Sari
Unsulbar News, Majene – Wakil Dekan II Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Nurlaela SP MSi bawakan materi di hari pertama Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2023, Jumat (27/10).
Dalam kesempatannya, Nurlaela merupakan seorang peneliti cukup senior di Unsulbar itu membahas terkait artikel berbasis riset.
Dikatakannya bahwa seseorang memilih untuk menjadi mahasiswa pada suatu perguruan tinggi, tentunya orang tersebut ingin menjadi seorang sarjana.
“Nah, untuk meraih gelar tersebut harus melakukan sebuah penelitian,” ungkapnya.
Baca Juga: Menyibak Rahasia Sukses Penelitian Bersama Nurlaela
Lebih lanjut, ia mengatakan paham jurnalisme pada penulisan artikel atau berita juga digunakan dalam sebuah penelitian.
Serta hasil dari suatu penelitian yang dilakukan peneliti dapat diterbitkan dalam sebuah artikel atau berita. Hal tersebut dinamakan artikel berbasis riset.
“Berbicara soal artikel riset atau artikel yang berbasis riset itu ya berdasarkan hasil riset tentunya,” ujarnya saat menjelaskan materi.
Nurlaela menuturkan penulisan sebuah berita ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah sesuai fakta dan sumber yang jelas.
Aspek ini juga berlaku pada sebuah berita yang datanya bersumber dari hasil penelitian. Sumber yang diperoleh dalam penelitian tersebut haruslah jelas, sebelum dituangkan dalam artikel atau berita.
Sehingga diharapkan para penulis berita memberikan informasi yang sesuai fakta dan jelas sumbernya.
“Diharapkan bahwa kalian menjadi jurnalis yang jujur, bukan hanya mengejar rating, karena kebenaran yang utama,” tambahnya.
Antusias Peserta
Peserta pelatihan cukup antusias terkait materi yang dibawakan. Beberapa peserta memberikan pertanyaan sebagai bahan diskusi. Seperti kendala apa yang akan kita temui saat melakukan riset atau penelitian.
Salah satu kendala yang sering terjadi saat melakukan penelitian kata Nurlaela, adalah ketika melakukan wawancara. Dimana beberapa narasumber tidak ingin menyampaikan jawaban sesuai kondisi yang sebenarnya.
Mengatasi hal tersebut, ia mengatakan menyusun pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara berupa pertanyaan yang tidak langsung.
“Proses pengumpulan data seperti ini, seorang peneliti harus teliti agar sumber yang diperoleh juga jelas dan artikel atau beritanya juga sesuai fakta,” jelas WD II juga ketua senat Unsulbar tersebut.
Meski sadar dan paham akan kerja riset yang penuh tantangan, Nurlaela memberikan tips kepada para peserta agar apa yang dikerjakan dapat terasa mudah untuk dilakukan.
“Kita ini tergantung dari apa yang kita pikirkan, kalau kita pikir itu mudah, pasti akan mudah dan ketika kita pikir itu sulit, pasti sulit,” tegasnya menyemangati peserta.

