Berlangsung di Unmul, Sylva Unsulbar Hadiri Lokakarya Sylva Indonesia

Foto bersama para peserta termasuk peserta delegasi Unsulbar pada kegiatan Lokakarya SYLVA Indonesia di Unmul/Sumber: Dokumentasi Panitia

Penulis: Cyndy Rahayu Prayogo Putri

Unsulbar News, Majene – Pengurus Cabang Sylva Indonesia (PCSI) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menghadiri Lokakarya Sylva Indonesia (LSI) di Universitas Mulawarman (Unmul), yang berlangsung Selasa-Minggu, 7-12 November 2023.

Dengan tema “Peran Rimbawan Muda Dalam Konsep Smart Sustainable Forest City Ibu Kota Nusantara (IKN)”. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Mahasiswa Kehutanan Se-Indonesia.

Delegasi dari Sylva Unsulbar sendiri ada sembilan mahasiswa dari program studi kehutanan. Mereka adalah Hasrul (angkatan 2018), Ikmal Risaldi (angkatan 2020), Rini Juniati (angkatan 2021), dan Saira (angkatan 2021).

Serta Titus (angkatan 2021), Amsterding (angkatan 2021), Zigit (angkatan 2021), Nurul Safitri M (angkatan 2021) dan Khairil Bahri (angkatan 2020).

Kegiatan lokakarya ini menghadirkan beberapa narasumber yang sangat berpengaruh dan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi mahasiswa kehutanan Indonesia.

Seperti Prof Dr Ir Siti Nurbaya Bakar M Sc yang merupakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Indonesia, Akhmad Wijaya dari Yayasan Bioma Samarinda, juga Kiswanto S Hut M P P h D (Akademisi Unmul).

Ada juga Bambang Susantono (Kepala IKN), Peof Dr Rudianto Amirta, S Hut MP selaku Dekan Fakultas Kehutanan UNMUL. Serta diikuti via zoom oleh G. Budisatrio Djiwandono sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Pembangunan Smart Forest City IKN

Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan ibu kota masa depan Indonesia yang rencananya akan diresmikan pada 17 Agustus 2024, bersamaan dengan perayaan hari kemerdekaan Indonesia ke-79. IKN direncanakan akan menggantikan Jakarta yang telah menjadi ibu kota sejak 1961.

IKN sendiri sedang dalam masa pembangunan yang berada di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Diwawancara via whatsapp, salah satu delegasi dari Unsulbar, Hasrul menuturkan bahwa Kiswanto hadir sebagai narasumber yang menjelaskan mengenai pembangunan Smart Forest City IKN.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan Smart Forest City tidak bisa dilakukan biasa-biasa saja namun perlu an out-put-of-the-box Restoration Strategy yang unconventional, crestive, dan innovative dalam mendesain konsep hingga merealisasikan program, didukung kebijakan strategis dan perencanaan anggaran.

Manfaat Kegiatan Bagi Mahasiswa

Hasrul mengungkapkan banyak hal baru yang didapatkan dalam kegiatan Lokakarya Sylva Indonesia yang diikuti. Apalagi kata dia salah satu narasumbernya Menteri LHK RI, Siti Nurbaya Bakar.

Pada lokakarya tersebut kata Hasrul, Siti Nurbaya menyampaikan bahwa mahasiswa khususnya mahasiswa kehutanan harus bisa berpikir lebih matang tentang hutan dan lingkungan yang berada di IKN nantinya.

Seperti bagaimana dampak pada masyarakat dan terutama pada lingkungan. hal-hal tersebut harus dipikir untuk mencari solusi. Bagaimana kita bisa merespons perubahan iklim yang akan terjadi jika IKN ini sudah berjalan, lalu kita sebagai mahasiswa kehutanan harus bisa mencari solusi untuk itu.

“Kegiatan ini bagus, karena kegiatan lokakarya ini kita banyak mendapatkan pelajaran-pelajaran baru yang sebelumnya tidak kita dapatkan. Bukan cuman itu juga salah satunya adalah relasi kita bertambah,” ujarnya.

Secara pribadi Hasrul mengaku sangat tertarik terkait topik utama kegiatan ini yaitu mengenai perkembangan pembangunan IKN.

“Satu hal yang menurut saya sangat menarik pada kegiatan ini ialah pembahasan tentang Ibu Kota Nusantara (IKN), karna ini adalah inti dari kegiatan lokakarya yang dilakukan oleh Sylva Indonesia,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok