Prodi Informatika Unsulbar Luncurkan SIMAKPI untuk Digitalisasi Pemonitoran Kerja Praktik Industri

Sosialisasi Penerapan Aplikasi SIMAKPI di Ruang HP1 Fakultas Teknik. Foto: Unsulbar News/Jayading A.

Jurnalis: Yultiani Neti, Jayading A

Unsulbar News, Majene – Program studi Informatika Fakultas Teknik (FT) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) gelar sosialisasi Penerapan Aplikasi Sistem Manajemen Kerja Praktik Industri (SIMAKPI) Berbasis Metode Workflow, Jumat (12/6/2026).

Digitalisasi manajemen Kerja Praktik Industri (KPI) terbaru ini diterapkan guna memangkas jalur administrasi yang dulunya kurang praktis, sekaligus untuk mendorong mahasiswa lulus tepat waktu.

Koordinator KPI Informatika, Siti Aulia Rachmini, ST, MT menjelaskan, peluncuran aplikasi berbasis web dengan metode workflow tersebut membawa perubahan besar pada kebijakan akademik.

Salah satu dampaknya mengarah pada pelonggaran syarat akademik. Batas minimal pemenuhan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk mengajukan KPI diturunkan dari yang awalnya 90-100 SKS menjadi 85 SKS.

“Insyaallah ini akan mempermudah mahasiswa. Namun syarat mata kuliah dasar seperti DDP (Dasar-Dasar Pemrograman) dan PBO (Pemrograman Berorientasi Objek) harus sudah lulus,” tutur Aulia saat diwawancara Unsulbar News.

Ia menjelaskan, syarat tersebut sengaja dibuat agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri dan diharapkan mampu beradaptasi di perusahaan tempatnya magang bermodalkan skill koding.

Baca Juga: Persiapan KPI, Prodi Teknik Informatika Lakukan Sosialisasi ke Mahasiswa

Lebih lanjut dosen Informatika tersebut menyampaikan, kendala yang kerap ditemui prodi adalah kurangnya komunikasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing selama magang.

“Lewat aplikasi ini, dosen pembimbing dan penguji bisa memonitor aktivitas mahasiswa secara langsung selama magang. Jadi tidak ada lagi cerita mahasiswa tiba-tiba menghilang dan baru menghubungi dosen saat laporan sudah selesai,” tambahnya.

Melalui metode workflow pada SIMAKPI, sistem administrasi kini berjalan otomatis dan terintegrasi, sekaligus berfungsi sebagai alat pelacak (tracking) aktivitas mahasiswa yang melaksanakan KPI.

Di samping itu, ketua pelaksana kegiatan, Armawan (Informatika 2023) menyampaikan kegiatan ini untuk memberi pembekalan matang bagi mahasiswa sebelum terjun ke industri.

“Kegiatan ini sangat penting untuk membekali teman-teman yang ingin magang. Dulu sistem masih manual, mahasiswa bolak-balik hanya untuk menyelesaikan administrasi. Sekarang bisa melalui web, tersistematis dan jauh lebih ringkas,” tuturnya.

Terkait waktu pelaksanaan, manajemen KPI tahun ini disesuaikan berdasarkan masukan mitra industri. Durasi KPI yang sebelumnya 40 hari kini diperpanjang dan dibuat sefleksibel mungkin sepanjang Juni, Juli, dan Agustus.

Walaupun durasi pelaksanaan lebih panjang, KPI kini hanya dapat diambil satu kali dalam satu tahun akademik.

Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok