KKN-T Literasi Gelombang II Unsulbar Tutup di Desa Kuajang, Tinggalkan Buku Berbahasa Pattae

Suasana penutupan Kegiatan KKN-T Literasi 2026, Sumber. Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Atian Ramdan

Unsulbar News, Majene Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik Literasi Gelombang II Tahun 2026 Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan di Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, pada Kamis (6/8/2026).

Kegiatan dengan tema “Merajut Kebersamaan, Mengukir Kenangan, Meninggalkan Jejak Pengabdian” itu ditutup dengan penyampaian laporan akhir kegiatan oleh Kelompok KKN-T.

Dalam laporan tersebut, Sekretaris yang mewakili Koordinator Desa, Muhammad Rifaldi, menyampaikan bahwa seluruh program kerja berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Dari seluruh rangkaian kegiatan kami, alhamdulillah semua berjalan cukup baik. Mulai dari program kerja wajib dari Perpustakaan Nasional hingga program kerja tambahan lainnya,” ucapnya.

Salah satu program kerja unggulan yang disoroti adalah pengadaan buku berjudul “Le’ba Maluccan Sae Mapaccing” yang artinya “Pergilah Keruh, Datanglah Jernih”. Buku tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Komunitas Cerita Sanaeke dari anak-anak di Polewali Mandar.

“Kami juga mengadakan satu program yaitu pengadaan buku yang ditulis oleh Komunitas Cerita Sanaeke. Kemudian kami bekerja sama dalam ahli bahasa ke dalam bahasa Pattae, bahasa asli masyarakat Desa Kuajang. Tujuannya sebagai kenang-kenangan sekaligus bentuk pelestarian bahasa daerah,” tambahnya.

Rifaldi berharap kegiatan KKN ini dapat menjadi wadah pengabdian yang baik. Ia juga mewakili seluruh anggota KKN-T agar masyarakat Desa Kuajang senantiasa menerima mahasiswa KKN yang akan datang berikutnya.

Secara terpisah, Kepala Desa Kuajang memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN. Ia bersyukur karena dari sekian banyak desa di Kecamatan Binuang, Desa Kuajang menjadi satu-satunya lokasi pelaksanaan KKN-T Literasi.

“Kami dari pemerintah desa mengapresiasi kegiatan KKN kali ini. Ini sebuah kesyukuran Desa Kuajang menjadi satu-satunya desa tempat pelaksanaan KKN. Dengan senang hati kami akan menerima mahasiswa KKN dari Unsulbar berikutnya,” ucap Kepala Desa Kuajang.

Kegiatan penutupan dihadiri oleh Kepala Desa Kuajang, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bhabinkamtibmas Desa Kuajang, pengelola perpustakaan, Kepala Dusun Lemo Baru, Kepala Dusun Sarampu 2, Kepala Dusun Pakkandoang, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Kuajang.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok