
Jurnalis: Muhammad Irpan
Unsulbar News, Majene – Program Studi (Prodi) Peternakan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menjalankan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Pengabdian Kemitraan di Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung pada Sabtu (29/8/2026).
Program ini bertujuan mengelola limbah unggas berupa ceker dan usus ayam menjadi kripik yang layak dikonsumsi sekaligus memiliki nilai gizi dan nilai tambah ekonomi.
Produk olahan tersebut kemudian dikemas dan dipasarkan dengan nama Keripik Ceker Raya dan Keripik Usus Makacca sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga Kelompok Wanita Tani setempat.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemanfaatan Limbah Unggas melalui Inovasi Pengolahan menjadi Pangan Bernutrisi Tinggi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Kelompok Wanita di Kecamatan Tinambung” dengan tim sasaran Kelompok Wanita Tani Siamasei.
Ketua Tim PKM, Ruth Dameria Haloho S Pt M Si yang merupakan dosen Peternakan Unsulbar menjelaskan bahwa ceker dan usus ayam yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah sebenarnya kaya akan gizi dan memiliki potensi besar.
“Usus ayam itu kaya akan gizi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, setiap 100 gram usus ayam goreng mengandung protein, kalsium, fosfor, zat besi, hingga vitamin A dan B12 yang bermanfaat bagi kesehatan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan manfaat ceker ayam bagi tubuh manusia.
“Kalau ceker ayam itu mengandung kolagen, kalsium, dan mineral yang baik untuk kulit, tulang, serta pembuluh darah,” ujar Ketua PKM.
Selama pelatihan berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan langsung cara mengolah ceker dan usus ayam menjadi keripik yang gurih dan renyah.
Ketua Kelompok Wanita Tani Siamasei, Darma, menyampaikan bahwa pemberdayaan melalui pengolahan limbah unggas ini membawa banyak manfaat bagi para anggotanya.
“Dari kegiatan ini, para anggota belajar bahwa limbah unggas tidak selamanya harus dibuang. Dengan sentuhan kreativitas, justru bisa menjadi produk olahan yang gurih, renyah, dan bernilai jual tinggi,” ujar Darma.
Mewakili seluruh anggota kelompok tani, Darma sangat mengapresiasi tim narasumber dari Prodi Peternakan Unsulbar yang telah membagikan ilmu serta melatih langsung cara pembuatan keripik ceker dan usus.
Setelah kegiatan ini, diharapkan para ibu dapat mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh menjadi usaha mikro. Hal ini tidak hanya menambah variasi produk pangan lokal, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Editor: Siti Nanda Cahya Al Qadri

