Tim Pengabdian Unsulbar Berdayakan Petani lewat Smart Farming Berbasis AI untuk Deteksi Dini Penyakit Kakao

Pemberdayaan Petani Kakao
Foto bersama tim pengabdian dan para petani kakao usai kegiatan. Sumber foto: panitia pelaksana

Jurnalis: Yultiani Neti

Unsulbar News, Majene – Tim pengabdian dosen dari Fakultas Teknik Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sukses wujudkan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Tani Kakao melalui Edukasi dan Penggunaan Smart Farming Berbasis Artificial Intelligence“.

Dilaksanakan sejak Juni-September 2026 di Dusun Talongga, Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, program pengabdian ini menyasar Kelompok Tani Sumber Buah dan melibatkan 10 orang anggota aktif.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani melalui edukasi dan pelatihan teknologi smart farming berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan kapasitas deteksi dini penyakit pada tanaman kakao, juga untuk meningkatkan kualitas produksi dan kesejahteraan petani.

Program ini dilatarbelakangi tidak lain oleh karena kendala produktivitas tanaman kakao di tingkat petani yang sering kali terhambat akibat serangan penyakit, yang juga dipengaruhi oleh proses deteksi manual yang lambat disadari. Selain itu, kelompok tani mitra diketahui masih menerapkan metode budidaya secara konvensional di tengah keterbatasan literasi digital yang mereka miliki.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian menerapkan sejumlah metode yang komprehensif. Hal itu meliputi edukasi masyarakat untuk membangun pemahaman awal, pelatihan praktis pengenalan penyakit dan aplikasi AI, transfer teknologi berupa sistem cerdas pendeteksi penyakit kakao, simulasi penggunaan teknologi secara langsung di lapangan, serta advokasi dan pendampingan berkala bagi para petani.

Mewakili tim pelaksana, Nurhikma Arifin menyatakan bahwa adopsi teknologi cerdas ini membawa angin segar bagi para petani.

“Program pengabdian ini dinilai sangat bermanfaat bagi Kelompok Tani Sumber Buah karena meningkatkan pengetahuan dan literasi digital petani dengan rata-rata capaian sebesar 81,67% dalam kategori ‘Sangat Baik’ untuk aspek pengetahuan dan literasi digital, dengan pencapaian tertinggi 90% pada pemahaman smart farming dan konsep kecerdasan buatan,” tulis dosen sapaan Hikma tersebut saat diwawancara via Whatsapp, Rabu (23/09) malam.

Baca juga: Dosen Unsulbar Latih Kelompok Tani Olah Kulit Buah Kakao Jadi Pakan Ternak

Lebih lanjut, dosen Informatika tersebut menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan agar inovasi teknologi ini tidak berhenti sebatas pada fase pengenalan.

“Program diharapkan terus berlanjut untuk memberikan pendampingan berkala kepada petani agar nantinya bisa menerapkan smart farming yaitu aplikasi deteksi dini penyakit pada buah dan daun kakao secara mandiri sehingga berdampak pada peningkatan produktifitas serta kesejahteraan petani kakao secara berkelanjutan,” tutupnya.

Diketahui, anggota tim pengabdian ini berjumlah 4 orang dosen yakni Muzaki, Nurhikma Arifin, Chairi Nur Insani, dan Milasari, yang dibantu oleh beberapa mahasiswa sebagai asisten dalam menjalankan program tersebut.

Editor: Marselino Geradus

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok