
Pamflet ucapan selamat dan sukses atas penerimaan pendanaan Program Aksara Mahasiswa melalui skema Mahasiswa Berdampak 2026. Sumber Foto: Desain Unsulbar News/Atian Ramdan
Penulis: Nurmila
Unsulbar News, Majene – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) meraih pendanaan Program Aksara Mahasiswa melalui skema Mahasiswa Berdampak 2026 untuk mendampingi petani jamur tiram di Desa Papandangan, Kabupaten Polewali Mandar.
Program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Revitalisasi Budidaya Jamur Tiram Berbasis IoT dan Ekonomi Sirkular untuk Kemandirian Pangan Berkelanjutan Desa Papandangan Polewali Mandar” ini diketuai oleh Musrifah Tahar S S M Si, bersama dua anggota tim, yakni Dr Baso Manguntungi S Si M Si dan Dr Niken Nur Kasim S P M P.
Kegiatan ini juga melibatkan 23 mahasiswa dari lima program studi, yaitu Bioteknologi, Agroteknologi, Teknologi Hasil Pertanian, Agribisnis, dan Sistem Informatika.
Musrifah menjelaskan bahwa program tersebut berawal dari peninjauan lapangan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani dalam budidaya jamur tiram.
“Kami menemukan beberapa kendala dalam budidaya jamur tiram, mulai dari mahalnya pengadaan bibit hingga keterbatasan manajemen dan pemasaran,” ujarnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim mengembangkan fasilitas produksi bibit jamur tiram berskala laboratorium agar petani dapat memproduksi bibit secara mandiri. Selain itu, hasil panen akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti mi, bakso, nugget, rendang, dan jamur crispy. Upaya ini disertai pelatihan pemasaran untuk mendukung pengembangan produk.
Pelaksanaan program melibatkan kelompok pemuda, kelompok tani, dan pemerintah desa setempat.
Setelah penandatanganan kontrak pendanaan, mahasiswa akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk mendampingi mitra dengan bimbingan dosen.
Musrifah juga menyampaikan terima kasih atas dukungan material dan nonmaterial yang diberikan Unsulbar dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami berharap dukungan kampus terus berlanjut, terutama dalam pengembangan inovasi dan pengurusan perizinan,” tuturnya.
Melalui program ini, tim berharap penerapan ekonomi sirkular dapat dikembangkan di Desa Papandangan, sekaligus meningkatkan kualitas produk olahan jamur tiram dan mendukung kemajuan desa.
Pendanaan ini menunjukkan bahwa riset dan pengabdian sivitas akademika Unsulbar mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Jika berjalan sesuai rencana, program ini berpotensi menjadi contoh pemberdayaan petani desa yang berkelanjutan, dengan mahasiswa dan dosen sebagai pendamping langsung di lapangan.
Editor: Nurzahira

