
Kaprodi bisnis digital Unsulbar dan bisnis digital Kalla institude saat penyerahan Plakat Kerja sama (PKs)
Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi
Penulis: Paldi
Unsulbar News, Majene – Program Studi Bisnis Digital Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar co-teaching bersama Institut Teknologi dan Bisnis Kalla (Kalla Institute). Kegiatan ini dilaksanakan di Working Space Kalla Institute, Office Building Nipah Mall, Makassar pada, Selasa (13/10/2026).
Acara berlangsung pukul 09.00-13.00 WITA dan dibuka langsung oleh Rektor Kalla Institute, Syamril ST M Pd. Kegiatan ini dihadiri 22 mahasiswa dan 6 dosen pendamping dari Program Studi Bisnis Digital Unsulbar. Dari pihak tuan rumah, hadir 19 mahasiswa Bisnis Digital, 4 dosen, dan Wakil Rektor.
Ketua Program Studi Bisnis Digital Unsulbar, Anis Anshari Mas’ud S Kom MM, menjelaskan bahwa co-teaching adalah metode pembelajaran kolaboratif ketika dosen dari dua institusi mengajar bersama dalam satu forum. Program ini merupakan komitmen prodi dalam mewujudkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 7 tentang kelas yang kolaboratif dan partisipatif.
“Mahasiswa saat ini sebenarnya tidak cukup hanya belajar dari satu perspektif kampus saja. Karena itu, kami membawa mereka ke Makassar untuk merasakan langsung ekosistem akademik yang terintegrasi dengan dunia industri sesungguhnya,” ujar Anis.
Menurut Anis, kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa, terutama angkatan pertama yang selama ini berfokus pada riset pemberdayaan UMKM lokal dan komoditas daerah. Prodi ingin memadukan gagasan mahasiswa dengan dinamika bisnis di kota metropolitan dan korporasi digital agar mereka memiliki pola pikir industri yang berdampak, adaptif, dan berjejaring luas.
Dalam forum tersebut, mahasiswa mendalami Digital Marketing tingkat lanjut, meliputi pengambilan keputusan berbasis data (data-driven marketing), perilaku konsumen di era digital, dan pembangunan brand identity di skala UMKM maupun korporasi. Materi disampaikan oleh akademisi dan praktisi bisnis sehingga mahasiswa juga mendapat gambaran budaya kerja profesional.
Salah satu peserta, Nurma Lestari, mahasiswa Bisnis Digital Unsulbar semester lima, mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini karena suasananya yang menyenangkan.
“Kegiatannya cukup seru, baru melintas ke daerah lain. Lumayan untuk jalan-jalan, sekalian cari pengalaman dan sharing dengan Kalla Institute,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi ini bermanfaat karena memberi gambaran tentang fasilitas yang perlu dibenahi di prodinya. “Dari kolaborasi ini kita jadi tahu fasilitas apa saja yang perlu dirombak dan ditambahkan di Bisnis Digital Unsulbar,” tuturnya.
Nurma berharap kegiatan serupa terus berlanjut karena rasa ingin tahu mahasiswa bisnis sangat besar. Ia juga menyarankan agar kunjungan berikutnya menyasar perusahaan yang lebih dikenal dan berprospek di bidang daring. “Alangkah baiknya ke depan berkunjung ke perusahaan seperti Shopee,” pungkasnya.
Anis menambahkan, kerja sama kedua institusi berangkat dari kesamaan misi membangun ekosistem ekonomi digital di Indonesia Timur. Kalla Institute memiliki akses ke dunia industri melalui Kalla Group, sedangkan Unsulbar unggul dalam riset terapan tentang potensi daerah dan UMKM. Kerja sama itu mencakup tridarma perguruan tinggi, yakni pertukaran dosen, publikasi bersama, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Prodi juga menargetkan program Magang Berdampak, yang memungkinkan mahasiswa Bisnis Digital Unsulbar menjalani studi independen atau pertukaran pelajar di industri di Makassar. Hal ini sejalan dengan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Angkatan pertama yang kini duduk di semester 5 membutuhkan wadah untuk terjun langsung ke lapangan.
Prodi pun menjajaki peluang magang di Kalla Group dan mitra strategis Kalla Institute, dengan pengalaman yang dapat direkognisi sebagai SKS.
Sebagai Ketua Program Studi, Anis berpesan agar mahasiswa menjadikan momentum ini sebagai langkah awal, membangun jejaring dengan mahasiswa Kalla Institute, dan menunjukkan bahwa mahasiswa Sulawesi Barat memiliki daya saing, integritas, dan kapasitas setara di tingkat nasional. “Jangan pernah berhenti berinovasi,” pesannya.
Melalui co-teaching ini, mahasiswa Bisnis Digital Unsulbar memperoleh pengalaman belajar langsung bersama praktisi dan akademisi di Makassar. Kegiatan ini sekaligus membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas antara kedua institusi.
Editor: Nurzahira

