Kisah Mahasiswa Raih dan Pertahankan IPK Sempurna

Foto : Dinda Julia Putri

Penulis: Khairunnisa Lukman

Editor: Mardiwansyah

Unsulbar News. Meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) atau bahasa kerennya Grade Point Averge (GPA) sempurna tentu menjadi dambaan semua mahasiswa. Ihwal IPK merupakan ukuran kemampuan mahasiswa dalam priode tertentu yang dihitung berdasarkan jumlah SKS yang telah ditempuh. 

Pepetah pernah mengatakan meraih itu mudah, yang susah adalah mempertahankan. Namun mempertahankan IPK sempurna bukanlah hal yang mustahil. Hal ini telah dibuktikan oleh salah satu mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

Dinda Julia Putri wanita kelahiran Bogor, 10 juli 1997 adalah anak bungsu dari 4 bersaudara terdaftar sebagai mahasiswa di fakultas sosial dan ilmu politik Unsulbar pada tahun 2016. Dinda sapaan akrab wanita 20 ini mengaku tidak memiliki kebiasaan khusus untuk meraih IPK 4,00, ia menjalani kuliahnya sebagaimana pada umumnya mahasiswa. Bahkan ia tidak pernah merencanakan meraih IPK 4,00 yang ia lakukan hanyalah menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa dengan ikhlas.

Saat ditanya tentang bagaimana ia bisa mempertahankan IPK 4,00 selama tiga semester, putri pasangan Firdaus dan Hj. Johanna S itu dengan santainya menjawab perihal IPKnya yang tidak direncanakan. “Jujur waktu semester 1 saya tidak pernah menargetkan IPK saya harus 4.00, akan tetapi saya punya 3 cara yang menyebabkan IPK saya bertahan sampai 3 semester ini. Ikuti kemauan dosen. Contoh kecilnya kemarin dosen meminta laporan sebanyak 5 lembar dan saya beranggapan walaupun lebih 1 lembar sampul saya merasa itu tidak boleh apalagi kurang. Tepat waktu. Misalnya deadline pengumpulan tugas hari ini berati harus hari ini juga dikumpul atau malah sebelum deadline lebih baik. Dan jangan menunda-nunda maanfaatkan waktu seperti, pulang kuliah untuk mengerjakan tugas kalau ada, hanya saja semua itu kembali ke dosen pembimbing mata kuliah dan bagaimana kontrak kuliah yang telah disepakati bersama,”  tuturnya, Senin (19/02/18).

Sebagai seorang remaja Dinda juga memiliki hobi nonton drama Korea karena menurutnya menonton drama Korea bukan hanya sekedar melihat para oppa tapi disitu dinda banyak mengambil pelajaran mulai dari segi bahasa, pengetahuan, budaya/adat istiadat masyarakatnya, sampai tempat wisatanya. “Saya sangat ingin ke Korea Selatan setelah itu Jepang kemudian New Zeland,” ungkapnya dengan penuh harapan.

Selain aktif dalam dunia akademisi, Dinda juga aktif di beberapa organisasi dan event kemahasiswaan diantaranya komunitas literasi Sulo Banua, UKM penelitian dan Inovasi, SATSAGANA (Siaga Tanggap Bencana Unsulbar), AIM (Aksi Indonesia Muda), Relawan TIK dan pernah menjadi Liason Officer (L.O) pada IMYP (International Maritime Youth Programe) tahun 2017.

Beberapa prestasi yang pernah dicapainya antara lain juara 1 Research competition pada tahun 2014, kelompok terbaik kelas B bidang IPTEK Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional pada tahun 2014, juara 2 English Debating Competition dalam Dies Natalis Ke-3, serta juara 2 lomba karya tulis ilmiah tingkat Unsulbar pada tahun 2016.

Kepada Unsulbar News Dinda menitipkan pesan bahwa setiap mahasiswa pasti mempunyai passion-nya masing-masing. Jika tidak mampu melakukan 3 hal yang sebelumnya ia sampaikan, maka cukup percaya pada diri anda sendiri, lakukan yang terbaik, kerja keras, dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT karena antara dunia dan agama juga harus diseimbangkan.

“Yang terbaik menurut saya, belum tentu terbaik menurut orang lain intinya, jangan terlalu berlebihan dan jadi sombong,” pesan alumni SMA 1 Polewali itu.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok