Fikes Unsulbar Gelar Kuliah Pakar, Dorong Kampus Siaga Bencana

Suasana kuliah pakar yang diselenggarakan oleh Fikes Unsulbar. Foto: Unsulbar News

Penulis: Paldi, M Pahri

Unsulbar News, Majene – Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menyelenggarakan kuliah pakar guna menumbuhkan kepedulian dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, bertempat di Gedung Teater Unsulbar pada, Jumat (09/10/2026).

Kegiatan bertema “Campus for Disaster Resilience: Membangun Generasi Peduli dan Tanggap Bencana serta Mengembangkan Riset Kebencanaan di Sulawesi Barat” ini menghadirkan Dr Ilham Syam SKM M Kes, pakar manajemen bencana di satuan pendidikan, sebagai narasumber.

Wakil Rektor I Unsulbar Muhammad Nasir Badu S Sos M Hum Ph D membuka acara secara resmi. Kegiatan berlangsung secara luring dan dihadiri dosen serta mahasiswa Fikes Unsulbar, dipandu moderator Irpan S Kep Ns M Kep. Kuliah pakar ini bertujuan memperkuat kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana yang berpotensi besar terjadi di Majene dan Sulawesi Barat.

Dekan Fikes Unsulbar Dr Habibi SKM M Kes menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa agar tangguh menghadapi bencana, sebab wilayah Sulawesi Barat tergolong sangat rentan.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi inspirasi buat seluruh mahasiswa yang ada di Unsulbar,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia menilai upaya tersebut perlu ditopang pembentukan Pusat Studi Kebencanaan. Menurutnya, penanganan bencana meliputi tahap prabencana, saat bencana, dan pascabencana, yang sejalan dengan visi dan misi Unsulbar, khususnya Fikes, di bidang kegawatdaruratan.
“Kebencanaan ini adalah bagian daripada kegawatdaruratan itu,” tuturnya.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fikes Hermin Husaeni S Kep Ns M Kep menambahkan, Fikes mengemban visi menyelesaikan persoalan kesehatan secara nasional, termasuk di bidang kebencanaan.

“Bencana itu bukan cuma nanti di area Sulbar saja, tapi secara luas,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan ini mendorong lahirnya inovasi baru dari mahasiswa hingga dosen, sehingga memberi dampak pada program Fikes yang berorientasi pada tanggap darurat bencana di tengah masyarakat.

Adapun Ilham Syam menyampaikan bahwa selama ini kampus cenderung merasa aman dari bencana, dan anggapan itu perlu diubah melalui edukasi.

“Kita harus mulai dari sekarang mengedukasi bahwa kampus pun mempunyai potensi untuk terkena dampak dari bencana itu sendiri,” ungkapnya.

Kuliah pakar ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dimulai dari lingkungan kampus sendiri. Kegiatan tersebut tidak hanya membuka wawasan mahasiswa dan dosen tentang kerentanan Sulawesi Barat, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan pengembangan riset dan pembentukan Pusat Studi Kebencanaan sebagai langkah lanjutan.

Editor: Nurzahira

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok