Hari Anti Korupsi Sedunia 2023, Prodi Hukum Unsulbar Gelar Seminar Nasional

Jurnalis: Amalia Dewi

Unsulbar News, Majene- Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), adakan seminar nasional peringatan hari anti korupsi internasional tahun 2023 di Aula Theater, Sabtu (16/12/23).

Dimana kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Komitmen Anti Korupsi di Perguruan Tinggi”. Tema dipilih karena diketahui Perguruan Tinggi (PT) merupakan langkah awal mencegah korupsi dan menjadi dasar sebagai generasi penerus bangsa.

Turut hadir dalam pembukaan seminar, ketua Prodi Ilmu Hukum Asrullah SH MH dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Dr Burhanuddin.

Dalam kesempatan, ketua Prodi Hukum Asrullah SH MH sampaikan bahwa dalam Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), penanggulangan terdiri dari beberapa faktor salah satunya penegak hukum.

“Salah satu faktor penting dalam penanggulangan tindak pidana korupsi adalah bagaimana pergerakan para penegak hukum dalam pemberantasan tindak korupsi,” ucap Asrullah dalam sambutan.

Lebih lanjut saat ditemui unsulbarnews.com, ia berharap struktur aparat penegak hukum dapat lebih dimaksimalkan dan memiliki jiwa integritas, pun selalu berkomitmen dalam memberantas Tipikor.

“Harapan saya, agar penanggulangan korupsi ini maksimal adalah memperkuat dan memperbaiki struktur hukum (aparat penegak hukum), penegak hukum sendiri harus mampu beritegritas dan berkomitmen memberi bantuan anti korupsi,” tutur pria berbaju hitam tersebut.

Sebagai Ketua prodi dan sebagai wadah mahasiswa, langkah awal yang dilakukan prodi hukum dalam pemberantasan korupsi yaitu mengimplementasikan ke matakuliah yakni Etika dan tanggungjawab profesi.

“Langkah awal dalam prodi terhadap hal tersebut itu melalui matakuliah wajib, dimana mahasiswa diperkenalkan seputar larangan kode etik aparat termasuk didalamnya korupsi,” ungkapnya saat diwawancarai di lokasi seminar.

Ia berharap dengan adanya seminar tersebut selain merupakan program kerja prodi, pun mahasiswa dan dosen sendiri dapat merampung informasi dan ilmu tambahan dari praktisi hukum.

“Dengan adanya seminar nasional ini, saya harap mahasiswa dan dosen dapat mendapatkan informasi tambahan dari praktisi hukum dalam hal ini hakim dan juga dari penyuluh anti korupsi,” tutupnya.

Hadirkan praktisi hukum sebagai pembicara

Kegiatan seminar nasional tersebut, dihadirkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mamuju Yurhanuddin SH sebagai pembicara pertama.

Dalam materinya katakan, sebelum berniat korupsi tanamkan dalam hati dan pikiran segala perbuatan akan kembali kepada diri sendiri. Dan mencegah korupsi juga kembali ke diri sendiri ingin lanjut atau mundur dari perbuatan tersebut.

“Mencegah korupsi itu dengan cara apa? Hanya satu back to your self, kembali kepada diri sendiri mau mencegah diri untuk lakukan Tipikor atau tidak, pilih hitam atau putih,” ucapnya.

Lebih lanjut ia paparkan, penanganan korupsi sendiri sudah diatur dalam hukum acara pidana.

“Penanganan ada dalam hukum acara pidana yaitu pertama laporan, penyelidikan, penyidikan, tuntutan kemudian persidangan,” sambungnya.

Pantauan jurnalis unsulbarnews.com praktisi hukum yang merupakan pembicara kedua dalam hal ini panitera muda hukum PN Mamuju Andi Muhammad Syahrul K SH MH tidak hadir, diketahui karena berhalangan dengan suatu hal.

Penyuluhan anti korupsi hadir sebagai pembicara penutup

Penyuluhan anti korupsi Widyaiswara ahli madya Taufik S Ag MM ikut andil sebagai pemateri kegiatan pada kegiatan seminar nasional.

Sebagi pengantar materi, tegaskan bahwa korupsi menimbulkan masalah bagi negara.

“Korupsi itu sudah menimbulkan berbagai masalah salah satunya ekonomi, yang bisa menimbulkan kdrt lah, stunting, putus sekolah dan masalah lainnya,” kata Taufik.

Ia menyinggung bahwa para koruptor tidak menanamkan dan tidak memiliki nilai spiritual dalam dirinya.

“Orang korupsi itu tidak mempunyai nilai spiritual, orang korupsi itu tidak memiliki nilai rohani dalam dirinya, orang korupsi lebih buruk dari yang buruk,” tambahnya.

Sulawesi Barat (Sulbar) sebetulnya wilayah sejahtera dan maju apabila terjadi transparansi, mengingat wilayahnya sebagian berpenghasil.

“Sulbar itu sejahtera, maju, bukannya kekurangan, coba liat Mamuju Tengah (Mateng), Mamuju Utara yang hampir seluruh isinya daerahnya adalah sawit. Namun saat diperiksa, putus sekolahnya berapa, miskinnya berapa, itu membuktikan bahwa Sulbar itu sedang kekeringan karena oknum,” ungkap pria berbaju batik tersebut.

Pria dengan rompi biru tersebut juga berpesan, dalam memerangi tindak pidana korupsi harus memiliki sikap berani.

“Apapun resikonya yakin dan percaya Indonesia emas lahir karena orang berani,” ucapnya dengan penuh semangat.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok