Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Parang-Parang Majene

Penulis: Andri Irawan

Unsulbar News, Majene – Kebakaran kembali melanda lahan warga di kawasan Parang-Parang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (23/10/2026).

Api menghanguskan lebih dari satu hektare lahan kering.

Warga setempat, Wahyu, mengatakan kebakaran terjadi setelah azan Magrib. Ia menyebut penyebab pasti kebakaran belum diketahui, tetapi menduga api berasal dari pembakaran lahan atau puntung rokok yang dibuang sembarangan.

“Untuk penyebab pastinya saya tidak tahu dan tidak ada yang tahu sampai sekarang. Indikasi terbesarnya mungkin pembakaran lahan karena mengingat ini sudah mau masuk musim hujan, jadi sangat strategis untuk membuka lahan pertanian. Bisa juga karena ada orang yang membuang puntung rokok sembarangan,” ujar Wahyu.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Majene, Andi Iwan Wahab, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.26 WITA. Petugas kemudian mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan 20 personel ke lokasi. Karena api cukup besar, petugas juga meminta bantuan satu unit mobil suplai air.

Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Kondisi jalan menuju lokasi dan akses ke titik api menyulitkan petugas menjangkau area yang terbakar. Andi Iwan menambahkan bahwa luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari satu hektare, sedangkan penyebab pastinya belum dapat dipastikan.

Andi Iwan juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pihaknya telah memberikan imbauan dan memasang pamflet di sejumlah jalan serta lokasi strategis.

“Kami sudah memberikan imbauan sampai memasang pamflet-pamflet di jalan atau tempat-tempat strategis. Kami juga menginformasikan kepada warga agar memperhatikan aktivitas membakar sampah atau kegiatan lainnya supaya tidak terjadi kebakaran lahan seperti ini,” ujarnya.

Meski petugas menghadapi kendala dalam menjangkau titik api, hujan yang turun sekitar pukul 03.00 WITA dini hari diharapkan dapat membantu meredakan kondisi lahan yang terbakar. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dan tidak membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan, terutama di musim kemarau menjelang musim hujan.

Editor: Nurzahira

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok