Kisah Tri, Anak Nelayan yang Lulus Dengan Predikat Cum Laude

Gambar : Tri Wulandari salah satu wisudawan terbaik dari fakultas ekonomi saat menyampaikan pesan dan kesan mewakili seluruh wisudawan terbaik pada Wisuda ke -VI Unsulbar di aula masjid Ilaikal Mashir, Majene

 

Jurnalis/ Editor : Mardiwansyah

Unsulbar News, Majene. Kuliah di kampus yang serba kekurangan justru memupuk semangat Tri Wulandari untuk meraih cita-cita. Mahasiswi 22 tahun itu tak menyia-nyiakan kesempatan setelah kuliah 4 tahun 2 bulan, ia bisa lulus dengan predikat Cum Laude dan menjadi mahasiswa terbaik fakultas ekonomi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) pada wisuda Sarjana strata satu Unsulbar yang keenam, Kamis 30 November 2017.

Berasal dari keluarga pas-pasan bukanlah sebuah penghalang bagi Tri untuk bermimpi. Meski pekerjaan orang tuanya adalah nelayan yang penghasilannya sangat bergantung pada alam,  kondisi ini tetap tidak memupus impian dan semangatnya untuk meraih cita-cita dengan terus tekun belajar. Anak dari pasangan Ahmad Yanni dan Salmia ini, kini berhasil membuktikan bahwa seorang anak nelayan pun bisa lulus dengan predikat Cum Laude.

Anak ketiga dari enam bersaudara itu bercerita, kehidupan keluarganya selalu pas-pasan bahkan terkadang sering kekurangan. Hal ini tentu tidak mengherankan karena kehidupan keluarga sangat tergantung pada hasil laut. Untuk meringankan beban orang tuanya, Tri pernah bekerja di warung coto Makassar, Lembang, Majene. Namun upah yang ia dapatkan belum bisa membiayai kuliahnya, sehingga ia terpaksa meminta kepada orang tuanya untuk menutupi kekurangan itu. “Pernah satu kali uang kuliah sudah harus dibayar, tapi orang tua saya belum punya uang, kebetulan ada sedikit emas ibu saya, jadi itu yang ia jual untuk biaya kuliah saya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Wanita berpostur mungil itu juga membeberkan bahwa menjadi Cum Laude memang sudah menjadi targetnya. Sebelum memulai sesuatu, kata Tri, ia terlebih dahulu menuliskan hal-hal yang ia harus capai kemudian memikirkan cara untuk meraihnya. Selain itu, dalam satu hari ia selalu menyempatkan diri untuk belajar minimal satu jam dalam satu hari setelah Shalat duhur.

Sementara itu Usman, Kakak Tri, mengatakan bahwa Tri sering membantu tantenya yang berjualan kue, dan dia adalah anak yang cerewet. Lebih lanjut pria 29 tahun itu membeberkan keinginan adiknya untuk melanjutkan kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), akan tetapi dengan penghasilan orang tua yang seadanya, dia berharap adiknya bisa dapat beasiswa, karena orang tuanya tidak akan bisa membiayai kuliah S2nya. “Kalau tidak dapat beasiswa, maka dia akan langsung kerja, karena kalau biaya sendiri itu tidak mungkin,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Tri Wulandari merupakan wisudawati terbaik kedua dengan IPK 3,92. Sementara peraih wisudawan terbaik pertama Unsulbar dengan IPK tertinggi 3,95 adalah Suciati, mahasiswi fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok