
Jurnalis : Muhammad Rifaldi. B
Unsulbar News, Majene – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Yaqut Cholil Qoumas, meminta mahasiswa baru Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) jauhi judi online.
Hal tersebut disampaikan saat hadir secara virtual dalam kegiatan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial, Politik dan Hukum (Fisiphum) Unsulbar, Selasa (13/08/2024).
Selain arahan untuk menjauhi, Menag Yaqut Cholil Qoumas harap peran aktif mahasiswa untuk berantas judi online.
“Saya berharap mahasiswa Unsulbar tidak ikut-ikutan (main judi online), tapi aktif dalam pemberantasan, sebagai calon pemimpin masa depan saya harap mahasiswa Unsulbar tumbuh sebagai generasi produktif bukan menjadi tukang judi,” ucapnya.
Adapun ia katakan PKKMB punya peran sangat penting, karena mahasiswa diberikan bekal dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin bangsa dengan memegang terus komitmen kebangsaan, menjaga toleransi, saling menghargai keragaman budaya dan tradisi.
PKKMB Fisiphum Libatkan Dua Menteri
Selain Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ikut dilibatkan dalam masa pengenalan kampus Fisiphum.
Wakil dekan 1 bidang akademik Fisiphum Unsulbar, Muhammad S IP M SI menyampaikan bahwa hadirnya dua menteri Republik Indonesia itu adalah buah manis dari kerja keras panitia.
“Pertama ini adalah hasil Kerja keras panitia PKKMB Fisiphum yang memang sejak awal punya semangat memberikan sesuatu yang berbeda dari pelaksanaan PKKMB yang sudah ada,”
Kata Muhammad dengan kehadiran dua menteri tersebut jadi suasana baru dibandingan kegiatan sebelumnya. Adapun cara ini agar Unsulbar bisa dikenal lebih luas.
“Jadi salah satu yang dipikirkan oleh panitia adalah bagaimana mengemas PKKMB ini supaya juga menjadi ajang promosi kampus kita khususnya Fisiphum kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Petisi Menolak Judi Online
Pantauan Unsulbar News salah satu agenda pada pelaksanaan PKKMB Fisiphum Unsulbar adalah aksi penandatangan petisi menolak judi online.
Muhammad lebih lanjut menjelaskan bahwa judi online menjadi topik isu nasional saat ini, juga telah menjadi konsentrasi pemerintah pusat.
Sejalan dengan upaya berantas judi online tersebut, sehingga ide panitia untuk melakukan petisi menolak judi online.
“Jadi dipikirkan lah isu nasional yang sedang hangat dan menjadi konsentrasi pemerintah pusat untuk di optimalkan di masyarakat muncullah ide panitia itu adalah petisi menolak judi online,” jelasnya kepada Unsulbar News.

