
Suasana PKKMB Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar, Foto: Unsulbar News
Jurnalis: Nurzahira
Unsulbar News, Majene — Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 tingkat Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) resmi digelar selama dua hari, Rabu hingga Kamis (12-13/08/2026).
Mengusung tema “Mengakar dalam Nilai Malabi, Tumbuh Berdampak untuk Pangan dan Hutan Berkelanjutan”, kegiatan ini diikuti oleh 407 mahasiswa baru dari empat program studi di lingkup Fakultas Pertanian dan Kehutanan.
Ketua Panitia Pelaksana, Nursyami Nisa’a, S.Tr.P., M.Agb., menyebutkan sebaran peserta: Program Studi Agribisnis menjadi penyumbang terbanyak dengan 177 mahasiswa, disusul Kehutanan 86 mahasiswa, Teknologi Hasil Pertanian (THP) 77 mahasiswa, dan Agroteknologi 67 mahasiswa.
Nursyami mengungkapkan pelaksanaan PKKMB tahun ini tak lepas dari tantangan, terutama soal koordinasi antarpanitia dan arahan kepada divisi kakak pendamping atau pendamping kelompok.
“Kendalanya mungkin cuma di komunikasi antarpanitia, terus untuk mengarahkan divisi kakak pendamping atau pendamping kelompok,” ujarnya.
Meski begitu, ia berharap PKKMB kali ini dapat berjalan sesuai tema dan memberi dampak nyata bagi kemajuan Unsulbar, khususnya Fakultas Pertanian dan Kehutanan.
Dekan Harap Mahasiswa Baru Aktif Berkolaborasi
Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Daud Irundu, S.Hut., M.Hut., menyampaikan harapannya kepada seluruh mahasiswa baru khususnya Fakultas Pertanian dan Kehutanan agar mampu membangun kolaborasi yang baik, baik bersama dosen maupun tenaga kependidikan, demi memajukan kampus secara keseluruhan.
Ia juga mendorong mahasiswa baru untuk aktif meningkatkan prestasi di bidang kemahasiswaan, baik pada kancah lokal, nasional, maupun internasional, seperti melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), kompetisi seni, hingga bela diri.
“Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Kehutanan diharapkan mampu berkolaborasi dengan baik bersama dosen maupun tenaga kependidikan untuk memajukan kampus,” tegasnya.
Selain itu, ia turut menekankan pentingnya komitmen mahasiswa baru untuk menyelesaikan studi tepat waktu, dengan masa studi maksimal empat tahun. Menurutnya, hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Sulawesi Barat.

