
Teh Hijau. Sumber foto: Jawa Pos
Jurnalis: Nurzahira
Unsulbar News, Majene – Penyanyi solo Tulus akhirnya kembali menyapa para penggemarnya lewat single terbaru berjudul “Teh Hijau” yang resmi dirilis pada 30/06/2026. Comeback ini menandai kembalinya Tulus dengan karya baru setelah sekitar empat tahun vakum sejak merilis album Manusia.
Tak butuh waktu lama, “Teh Hijau” langsung mendapat sambutan hangat dari publik dan berhasil menempati posisi trending musik, bahkan sempat menduduki peringkat ketiga dalam daftar Music Trending. Video liriknya di YouTube pun telah ditonton ratusan ribu kali hanya dalam beberapa hari sejak dirilis.
Balutan Musik Ceria, Pesan yang Dalam
Salah satu hal yang membuat “Teh Hijau” istimewa adalah kontras yang dihadirkan antara aransemen musik yang riang dengan lirik yang justru sarat refleksi emosional. Tulus mengangkat tema kehampaan dan kehilangan arah sebuah kondisi batin yang menurutnya tidak perlu dilawan, melainkan diterima sebagai bagian alami dari perjalanan hidup seseorang.
Lagu ini menggambarkan fase seseorang yang untuk sementara waktu kehilangan kemampuan merasakan cinta maupun kebahagiaan, namun tetap berusaha memahami dan berdamai dengan kondisi emosinya sendiri. Prosesnya digambarkan sebagai perjalanan batin yang tenang, meski tidak mudah.
Makna di Balik Judul
Pemilihan judul “Teh Hijau” pun bukan tanpa alasan. Secangkir teh hijau dijadikan simbol kesederhanaan dan ketenangan sebuah rutinitas kecil yang mampu memberi rasa damai di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Lebih dari itu, judul ini juga merepresentasikan harapan agar keseimbangan jiwa seseorang bisa perlahan pulih kembali.
Sambutan Hangat dari Warganet
Sejak dirilis, “Teh Hijau” banjir respons positif di berbagai platform media sosial. Banyak pendengar mengaku merasa relate dengan pesan yang diusung lagu ini, dan menilainya sebagai karya yang menenangkan sekaligus menyentuh sejalan dengan gaya khas Tulus yang selama ini dikenal mampu merangkai cerita sederhana namun membekas di hati pendengarnya.
Kenapa Lagu Ini Cepat Viral?
Ada beberapa faktor yang mendorong “Teh Hijau” begitu cepat menyita perhatian publik. Penantian panjang selama empat tahun membuat comeback ini dinanti-nanti, sehingga langsung diserbu pendengar begitu dirilis. Selain itu, tema kehampaan yang diangkat terasa dekat dengan kondisi banyak orang saat ini, sementara kontras antara musik yang ceria dan lirik yang reflektif menciptakan daya tarik tersendiri. Dukungan dari sesama musisi turut memperluas perbincangan di media sosial, hingga akhirnya lagu ini melesat ke posisi trending hanya dalam hitungan hari.
Dengan pencapaian ini, “Teh Hijau” tak hanya menjadi penanda comeback Tulus setelah empat tahun, tetapi juga membuktikan bahwa musik dengan pesan personal tentang kesehatan mental dan penerimaan diri masih memiliki tempat besar di hati publik Indonesia.

