Tuntutan dan Harapan Besar Rektor Unsulbar Usai Lantik 10 Pejabat Baru

Rektor Unsulbar saat ditemui dan diwawancara jurnalis Unsulbar News usai lantik pejabat baru di Aula Mini, Senin (11/5)Foto: Unsulbar News

Jurnalis: Elka Fadilah

Unsulbar News, Majene – Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si., mengungkapkan menaruh harapan bagi 10 pejabat yang telah ia lantik, Senin (11/5/2026).

Ia menaruh harapan besar pada komposisi pejabat kali ini agar segera masuk ke dalam sistem dan bergerak agresif menghadapi tumpukan pekerjaan yang telah menanti.

Menurutnya, pemanfaatan sumber daya internal yang memiliki rasa kepemilikan tinggi terhadap universitas adalah kunci percepatan pembangunan kampus.

“Pekerjaan banyak menanti, diharapkan mereka bisa lebih agresif dan semangat. Mereka adalah dosen asli Unsulbar, pemilik universitas ini sendiri, jadi diharapkan lebih giat lagi membangun ‘rumah’ sendiri,” tambahnya.

Melalui pelantikan sepuluh pejabat di tingkat Wakil Rektor, Lembaga, hingga Wakil Dekan ini, pimpinan universitas optimistis akan hadirnya energi baru.

Serta dengan integritas dan profesionalisme yang ditekankan diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi tata kelola dan kemajuan Unsulbar di masa depan.

Penuh Pertimbangan

Sebagai pimpinan Unsulbar, Prof Abdy menuturkan bahwa persyaratan administratif merupakan hal yang paling awal dan harus terpenuhi bagi para pejabat sebelum akhirnya dilantik.

“Sepuluh pejabat yang dilantik hari ini telah memenuhi semua persyaratan administrasi. Namun, kami juga mempertimbangkan aspek non-administrasi seperti rekam jejak, kinerja, dan etika,” ujar Prof. Abdy saat diwawancarai jurnalis Unsulbarnews usai kegiatan di Auditorium Mini.

Jelas dia, meski syarat administrasi terpenuhi, jika rekam jejaknya kurang bagus, itu akan menjadi bahan pertimbangannya.

Ketua LPPM Masih Kosong

Menanggapi kekosongan jabatan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Prof. Abdy menjelaskan bahwa lembaga tersebut bersifat vital sehingga memerlukan pertimbangan khusus dalam menentukan pimpinan definitif.

Meski demikian, ia memastikan bahwa roda organisasi di lembaga tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Sebenarnya tidak kosong karena ada Sekretaris yang bisa menangani (handle). Lembaga penelitian ini sangat vital, jadi perlu orang yang betul-betul memahami kinerjanya. Kami mencari figur yang memenuhi syarat administrasi sekaligus memiliki kapasitas yang tepat untuk menahkodainya,” jelasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok