UPA PK2 Unsulbar Jalin Kerja Sama dengan Dinas Koperindag Sulbar

Foto bersama setelah Penandatanganan Surat Kerja Sama UPA PK2 dan Dinas Koperindag Sulbar. Sumber Foto: Unsulbar News

Penulis: Nadzifa Dwi Maharani

Unsulbar News, Majene – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melalui Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PK2) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Provinsi Sulawesi Barat. Penandatanganan berlangsung dalam kegiatan Startup Campus: Workshop Kewirausahaan yang dilaksanakan di Gedung A Teater Unsulbar pada, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Dr Hj Nur Fitriayu Mandasari SE MSi, Kepala UPA PK2 Haeruddin Hafid SE MM, serta Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Koperindag Sulawesi Barat Muhammad Hisyam Said SSos MSi.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Haeruddin Hafid selaku Kepala UPA PK2 Unsulbar dan Muhammad Hisyam Said selaku Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Koperindag Sulawesi Barat. Prosesi penandatanganan disaksikan oleh Nur Fitriayu Mandasari selaku Wakil Rektor III Unsulbar, seluruh peserta workshop kewirausahaan, dan staf UPA PK2.

Nur Fitriayu Mandasari menjelaskan bahwa Unsulbar memiliki nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. MoU tersebut menjadi payung agar seluruh unit dapat bekerja sama dengan dinas maupun lembaga di bawah naungan pemerintah provinsi.
Menurutnya, kerja sama antara UPA PK2 dan Dinas Koperindag Sulawesi Barat membuka peluang kolaborasi dalam bidang edukasi, kewirausahaan, pembinaan dan pendampingan, serta sertifikasi produk yang dihasilkan dosen maupun mahasiswa.

Salah satu potensi yang akan ditindaklanjuti dari perjanjian ini adalah produk Batik Minyak Mandar. Produk tersebut telah dibicarakan untuk masuk dalam pameran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) melalui keterlibatan pemerintah provinsi sebagai batik ciri khas Sulawesi Barat (Sulbar).

“Paling konkret saat ini adalah dari produk Batik Minyak Mandar yang berangkat ke KMI Expo kemarin. Kita sudah bicarakan dengan pemerintah provinsi untuk ditindaklanjuti masuk ke dalam pameran Dekranasda, karena Provinsi Sulawesi Barat kalau tidak salah infonya tadi belum memiliki batik,” ungkap Nur Fitriayu Mandasari.

Ia menilai Batik Minyak Mandar berpotensi dikembangkan menjadi batik khas Sulbar. Jika terwujud, hal itu akan menjadi kebanggaan tersendiri karena batik tersebut merupakan produk mahasiswa Unsulbar.

“Jadi kalau misalnya Batik Minyak Mandar ini bisa diangkat menjadi batik ciri khas Provinsi Sulawesi Barat, maka itu akan sangat meyakinkan dan merupakan suatu kebanggaan karena merupakan produk dari mahasiswa Unsulbar,” jelasnya.

Ia berharap kerja sama ini diwujudkan melalui berbagai program yang mendorong lebih banyak inovasi kewirausahaan di lingkungan kampus. Mahasiswa maupun dosen yang bergelut di bidang kewirausahaan diharapkan berdiskusi dengan UPA PK2 agar memperoleh pendampingan serta peluang pengembangan melalui kolaborasi dengan Dinas Koperindag Sulawesi Barat.

Penandatanganan perjanjian ini menjadi langkah awal yang konkret bagi UPA PK2 Unsulbar dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus bersama pemerintah daerah. Dengan dukungan edukasi, pendampingan, dan sertifikasi produk, kerja sama ini diharapkan mampu mengantar karya mahasiswa dan dosen, termasuk Batik Minyak Mandar, tampil lebih luas dan berdaya saing.

Editor: Nurzahira

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok