Virus Corona Jadi Pandemi, Dekan Fikes Unsulbar Himbau Masyarakat Tidak Panik

Sumber : tirto.id

Jurnalis: Atikah Puspitarini
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene – Pada tanggal 12 Maret 2020 kemarin, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) memberikan statement mengenai wabah Virus Corona yang kini telah menjadi pandemi, dimana telah dilaporkan sekitar 125.000 kasus dari 118 negara dan wilayah. Kasus ini telah meningkat belasan kali lipat di beberapa negara diluar China.

Direktur Jenderal WHO mengatakan bahwa penyakit yang di sebabkan oleh COVID-19 ini merupakan pandemi yang masih terkontrol. Peran serta negara dalam penanganan kasus ini sangat dibutuhkan dengan usaha menyeimbangkan berbagai aspek terutama kesehatan.

Terkait dengan penyebaran Virus Corona sendiri, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Sulawesi Barat, Dr Muzakkir M Kes menghimbau mahasiswa dan masyarakat untuk tidak panik dengan penyebaran Virus ini.

“Tidak perlu panik berlebihan, sekedar diketahui bahwa virus ini sama dengan virus lain, seperti Severe Acute Respiratory Syndrome, Middle East Respiratory, juga Micsovirus. Artinya kita sudah biasa dihadapkan pada penyebab penyakit tersebut.” ungkapnya kepada Unsulbar News beberapa waktu lalu (09/03/2020).

Muzakkir juga mengungkapkan cara pencegahan yang dapat dilakukan yakni menjaga personal hygiene, menjaga imunitas, pola gizi yang seimbang, olahraga, dan istirahat yang cukup, serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Yang paling utama adalah menjaga kontak langsung dengan benda atau orang yang memiliki gejala demam, sesak napas, dahak kental, badan lemah atau gejala yang dicurigai merupakan gejala akibat tertular virus ini agar segera memeriksakan diri ke klinik terdekat.

“Budayakan ada kepastian dalam keadaan bersih terutama tangan, perhatikan menunya, atur istirahatnya, tetap beraktivitas seperti biasa.” sambungnya.

Dosen berkacamata ini juga mengungkapkan bahwa mahasiswa sebagai masyarakat akademik perlu mencontohkan kepada masyarakat dan membantu pemerintah menenangkan masyarakat agar tidak ada lagi kepanikan, sambil meyakinkan pemerintah setempat mengeluarkan hasil investigasi yang benar menangkal hoaks.

Strategi WHO menghadapi COVID-19

  1. Mempersiapkan diri
    Masih terdapat 77 negara dan wilayah yang belum melaporkan wabah ini, 55 negara dan wilayah yang telah melaporkan tidak lebih dari 10 kasus, dan beberapa daerah atau wilayah negara yang tidak terdampak. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan diri dan masyarakat serta menjamin fasilitas kesehatan.
  2. Mendeteksi, Mencegah dan Mengobati
    Adanya pengawasan yang kuat untuk menemukan, mengisolasi, menguji dan mengobati setiap kasus, untuk mencegah penularan.
  3. Kurangi dan Tekan
    Untuk menyelamatkan diri, kita harus mengurangi penularan. Itu berarti menemukan dan mengisolasi sebanyak mungkin kasus, dan karantina kontak terdekat. Jika tidak dapat menghentikannya, maka kita dapat memperlambat penularannya dan melindungi fasilitas kesehatan, rumah lansia dan area vital lainnya.
  4. Berinovasi dan memperbaiki
    Ini adalah virus yang baru dan situasi yang baru pula, maka dari itu kita harus mempelajari dan menemukan cara baru dalam pencegahannya untuk menyelamatkan nyawa, dan meminimalkan dampak. (Sumber: WHO)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok