
Poster tips. Sumber foto: Gemini AI
Penulis: Helmimilan S
Unsulbar News, Majene – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan dipastikan terbawa angin melintasi Selat Makassar hingga menyelimuti langit Sulawesi Barat (Sulbar) pada, Minggu (11/10/2026). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), indikator aerosol organik di Majene mencapai 0,6390, tertinggi kedua di Sulbar setelah Mamuju (0,7487), pada, Sabtu (10/10/2026).
Ancaman utama kabut asap ini terletak pada konsentrasi partikel halus (PM2.5) yang terpantau berada dalam kategori “Sedang”. Partikel mikro tersebut mampu menembus sistem pernapasan terdalam hingga aliran darah, sehingga memicu iritasi mata, batuk, dan sesak napas, serta memperburuk asma.
Dampak kesehatannya sudah terlihat di daerah asal api. Kementerian Kesehatan mencatat 13.449 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak karhutla di Sumatra dan Kalimantan pada, Kamis (27/08/2026). Lonjakan kasus tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat Sulbar akan bahaya paparan polusi asap lintas pulau.
Bagi sivitas akademika Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), khususnya mahasiswa, udara berkabut tidak hanya mengganggu konsentrasi belajar, tetapi juga mobilitas antarkelas dan agenda organisasi. Untuk menjaga kebugaran di tengah ancaman polusi udara, berikut enam langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
- Gunakan Masker saat Berada di Luar Ruangan
Gunakan masker agar kabut karhutla tidak terhirup. Pilih masker N95 atau KN95 karena mampu menyaring partikel halus dan berbahaya dari asap, berbeda dengan masker kain atau masker bedah biasa yang kurang efektif. Pastikan masker terpasang dengan benar dan rapat menutupi hidung serta mulut agar perlindungannya maksimal. - Kurangi Kegiatan Berat di Luar Ruangan
Olahraga atau kegiatan lapangan membuat kita bernapas lebih cepat sehingga lebih banyak asap yang terhirup. Sebaiknya pindahkan kegiatan ke dalam ruangan atau tunda jadwalnya apabila langit mulai berkabut tebal. - Jaga Udara di Ruang Belajar dan Rumah Tetap Bersih
Tutup rapat pintu dan jendela ruang belajar serta rumah saat kabut asap menebal di luar. Selain itu, hindari kebiasaan yang dapat menambah polusi udara di dalam ruangan, seperti merokok atau membakar sampah di sekitar rumah. - Pantau Indeks Kualitas Udara secara Berkala
Periksa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau rilis harian BMKG melalui aplikasi pemantau kualitas udara sebelum berangkat kuliah. Data ini memudahkan mahasiswa berkoordinasi dengan pihak jurusan atau dosen pengampu apabila perkuliahan luring perlu disesuaikan secara mendesak. - Perbanyak Minum Air Putih
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup setiap hari. Air putih membantu membersihkan tenggorokan dari debu dan menjaga saluran pernapasan tetap lembap, sehingga partikel asap tidak mudah mengiritasi tenggorokan. - Tanggap Gejala ISPA dan Akses Bantuan Medis
Waspadai gejala khas seperti dada sesak, mata perih berkelanjutan, atau bunyi mengi saat bernapas, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit paru. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika keluhan tidak kunjung membaik, dan jangan memaksakan diri menghadiri perkuliahan.
Menjaga daya tahan tubuh di tengah ancaman karhutla merupakan tanggung jawab bersama agar kegiatan akademik di Unsulbar tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan diri.
Editor: Nurzahira

