Puisi : Air Mata di Negeri Syurga

Gambar : Ilustrasi (sumber : bersamaislam.com)

Oleh : Rabiatul Adawiah

Kejejakkan langkah kaki ku menapaki tanah.

Menyisir batu tajam yang hiasi bumiku.

Sesekali debu kotor jalanan menerpa kulit wajahku.

Bersama matahari yang membakar kesusahanku.

 

Disepanjang jalan aku disapa dengan kemunafikan.

Langkah-langkahku seirama dengan penghianatan yang mereka tawarkan.

Aku tak mampu mengambil keputusan.

 

Aku merintih tapi tak lagi diperdulikan.

Aku menangis tapi tak lagi diperhatikan.

Bahkan teriakanku yang hampir memutuskan pita suaraku tak lagi didengarkan oleh mereka.

Aku yang katanya bersaudara dengan mereka.

Tapi kesakitanku menjadi hiburan bagi keangkuhan mereka.

Aku yang katanya bagian dari mereka, tapi harapanku di pupus oleh mereka.

 

Negeri yang katanya serpihan syurga.

Tapi mereka mematahkan sayap-sayap malaikatnya.

Negeri yang katanya merdeka, tapi mereka tak perduli terhadap sesamanya.

Serpihan syurga yang hanya menawarkan derita dan air mata.

 

Penulis adalah mahasiswa prodi Keperawatan Unsulbar angkatan 2016

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok