Haekal Fikri, Mahasiswa Dibalik Maha-jek dan Mandarpedia

Gambar : Haekal Fikri

Penulis: Kamariah
Editor: Mardiwansyah

Unsulbar News, Majene.  “Yang muda, yang berkarya” itulah kutipan yang mungkin cocok menggambarkan salah satu mahasiswa pendidikan bahasa inggris Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) ini. Saat ini kita sering menemukan anak yang mempunyai ekonomi tinggi dengan mengharapkan kaki tangan dari orang tua. Beda halnya dengan Haekal Fikri anak dari pasangan Arifuddin, S.Pd., M.Pd. dan Normadiah sejak kelas 2 SMA sudah mampu hidup mandiri. 

Sejak 18 Februari lalu, Haekal, sapaan akrab, telah membuka pendaftaran driver Maha-jek yang telah ia dirikan sejak Agustus 2017. Maha-jek merupakan sebuah aplikasi sejenis GO JEK yang melayani angkutan jasa ojek namun, yang membedakan ini dengan GO JEK yakni Maha-jek khusus untuk mahasiswa. Dalam pengoperasiannya Maha-jek akan menggunakan jasa mahasiswa sebagai driver dan pengguna Maha-jek juga akan mendapatkan driver sesuai jenis kelamin pemesannya.

“Maha-jek hadir menjadi solusi bagi mahasiswa yang kesulitan mengakses kendaraan menuju kampus, murah, aman, dan nyaman, karena sesama mahasiswa,” ungkap pria kelahiran Pekkabata, 30 Mei 1999 itu.

Selain Maha-jek, Haekal juga telah membuat beberapa aplikasi lainya diantaranya Mandarpedia.co.id.. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang diharapkan akan membantu para wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Barat baik memesan hotel atau penginapan secara online, mendapatkan pemandu wisata, membeli oleh-oleh khas mandar, serta juga merupakan tempat menggalang dana untuk tempat wisata.

Meski disibukkan oleh beberapa aktivitas, anak pertama dari 4 bersaudara itu tetap dapat berprestasi di dalam kelas, buktinya ia meraih IPK 3,91 dan mendapat beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik). “Saya selalu membagi waktu dan lebih memprioritaskan yang lebih penting dan mengerjakan banyak hal dalam kurung waktu sama, bekerja cerdas dan memanfaatkan hal lain untuk menunjang pekerjaan,” tegasnya.

Saat ini Haekal menjabat sebagai founder and CEO Mandar Corporation, Mandarpedia, founder Maha-jek, lecturer Google Education groups, ketua umum relawan TIK Sulawesi Barat 2016-2020, wakil ketua unit kegiatan mahasiswa film dan fotografi Unsulbar. Ia juga bekerja di Web Developer, IT consultant, Lecturer Cyber Security pondok informatika, Ict and English volunteer, penulis, blogger, fasilitator Google gapura digital Makassar, pengajar English for ICT di Lpkt Majene, Tenaga pendamping dan penasihat di dinas Kominfo, statistik dan persandian Kabupaten Majene. 

“Walaupun banyak amanah yang dititipkan tetapi tetaplah orang tua yang menjadi prioritas,” tegas mahasiswa angkatan 2016 itu.

Menurutnya, kita harus bisa memosisikan diri dimana pun kita berada, saat di rumah kita memosisikan diri kita sebagai anak, jika di dalam organisasi kita memosisikan diri kita sebagai sosok pemimpin, dan jika kita berada di lingkungan masyarakat maka memosisikan diri kita sebagai masyarakat yang berjiwa sosial karena baginya semua makhluk yang ada dibumi ini saling membutuhkan. 

“Bermimpilah, niatkanlah, berusahalah dan berdoalah untuk mencapai apa yang kita inginkan,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok