Prestasi Tingkat Nasional, Mahasiswa Unsulbar Sabet Juara Harapan 1 FESARBI 2026

Mahasiswa Unsulbar raih juara harapan 1 lomba karya ilmiah/Foto: Dokumentasi Pribadi

Penulis: Yultiani Neti

Unsulbar News, Majene – Tiga mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) meraih Juara Harapan 1 pada kompetisi Karya Ilmiah tingkat nasional dalam ajang Festival Kearsipan Bank Indonesia (FESARBI) 2026 yang berlangsung di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Sabtu (23/05/2026).

Tim Unsulbar beranggotakan Muhammad Zuhdi dari Prodi Informatika angkatan 2023, Wahyu Hidayat dari Prodi Manajemen angkatan 2023, dan Suci Aryanti Arif dari Prodi Akuntansi angkatan 2024.

Mereka mengusung karya ilmiah berjudul “Arsitektur Hibrida IndoBERT dan Intelligent Decision Support System (IDSS) untuk Otomasi Klasifikasi dan Retensi Arsip Digital di Instansi Pemerintah”

Muhammad Zuhdi selaku penulis pertama menjelaskan, inovasi ini lahir dari pengamatan tim terhadap sistem pengelolaan arsip pemerintah seperti aplikasi Srikandi yang dinilai belum optimal menjawab tantangan transisi digital.

“Kami melihat pengelolaan ribuan arsip di pemerintahan masih banyak dilakukan secara manual sehingga lambat dan rentan human error. Dengan sistem ini, kami ingin mengotomatiskan proses klasifikasi dan penyimpanan dokumen agar lebih cepat dan efisien,” ujar Zuhdi.

Untuk mencapai babak final, tim harus melewati seleksi ketat sejak April 2026. Mereka akhirnya lolos menjadi 6 besar finalis bersama perwakilan Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, UGM, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan IPDN Sumatera Barat.

Tantangan terbesar datang dari waktu persiapan yang mepet. Pengumuman finalis disampaikan mendadak dan hanya menyisakan waktu tiga hari. Zuhdi bahkan baru tiba di Jakarta malam sebelum lomba karena saat pengumuman ia sedang mengikuti lomba lain di Kendari.

“Proses persiapannya sangat singkat. Saya baru bertemu rekan satu tim pada hari H,” ungkapnya.

Wahyu Hidayat mengaku tidak menyangka bisa menembus final apalagi meraih Juara Harapan Satu. Ia merasa campur aduk antara syukur dan evaluasi diri atas keterbatasan persiapan.

“Rasanya campur aduk. Saya bersyukur bisa bersaing dengan kampus besar, tapi tetap ada rasa sedih karena belum mencapai hasil yang paling diinginkan,” kata Wahyu.

Meski tanpa dosen pembimbing formal dari kampus, tim mendapat dukungan penuh dari pembimbing Generasi Bank Indonesia (GenBI) dan rekan-rekan GenBI Unsulbar. Wahyu berharap pengalaman ini menjadi batu loncatan untuk kompetisi berikutnya.

“Kami berharap secara personal maupun tim bisa berkembang lebih baik lagi. Bersaing dengan kampus besar jadi motivasi untuk ikut lomba di lain kesempatan,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok