KSR PMI Unit Unsulbar Peringati HUT PMI dengan Membuat 73 Titik Api

Gambar : Suasana pawai obor dan lampion pada peringatan HUT PMI ke 73 oleh KSR-PMI Unsulbar di Monumen Posisi, Majene.

Jurnalis: Masdin
Editor : Mardiwansyah
Unsulbar News, Majene. Berdiri 73 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 17 September 1945. Palang Merah Indonesia (PMI) adalah organisasi yang netral dan independent dan melakukan kegiatannya demi kemanusiaan, kesukarelaan, kenetralan, kesamaan, kemandirian, kesatuan, dan kesemestaan.

PMI tidak melibatkan diri atau berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Dalam pelaksanaannya tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Dalam rangka memperingati sekaligus menyemarakan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI tahun ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korp Sukarela (KSR) PMI Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) mengadakan pawai obor dan lampion, Senin (17/09) malam.

Kegiatan yang berpusat di Monumen Posasi, lingkungan Pangali-ali, Kab. Majene dekat Taman kota (Tako) tersebut melibatkan selain dari pengurus dan anggota, KSR PMI Unsulbar juga melibatkan Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SMP dan SMA sekitaran Majene serta mahasiswa Unsulbar sendiri.

Mengawali kegiatan yang dimulai pukul 20.00 tersebut, para peserta melakukan pawai dengan berjalan kaki dari Monumen posasi menuju ke bundaran dan kembali lagi ke titik awal.

Kepada jurnalis Unsulbar News, Muh. Lutfhi. M mengatakan maksud dan tujuan diadakannya kegiatan tersebut. “kita melakukan kegiatan pawai obor untuk memperingati malam puncak perayaan HUT PMI yang 73 dan kami juga membuat 73 titik api dari obor dan lampion yang melambangkan 73 tahun berdirinya PMI,” balasnya saat dihubungi via whatsapps (18/09).

Pria yang juga menjabat sebagai Komandan Korps PMI Unsulbar tersebut beharap PMI kedepannya menjadi lebih baik dan tetap solid dalam membawa panji-panji kemanusiaan dan kesatuan.

Di sisi lain, salah satu peserta pawai Sulqaidah (pendidikan biologi, 2017) sangat mengapresiasi kinerja PMI secara umum dan dampaknya terhadap masyarakat, “apa yang mereka (PMI) lakukan sangat bermanfaat, seperti melakukan aksi donor darah,” ungkapnya. Dia menceritakan bahwa dia pernah dihubungi salah satu anggota PMI untuk mendonorkan darahnya karena ada pasien yang membutuhkan darah di RSU Majene.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok