
Penulis: Wulandari (Hubungan Internasional, 2020)
Unsulbar News, Majene. Ada tidak sih di antara kalian yang dikit-dikit cek handphone, buka sosmed yang kadang-kadang diperiksa hanya karena cemas melewatkan suatu peristiwa, informasi, pengalaman dan kesempatan yang orang lain bagikan di dunia maya?
Ternyata hal tersebut punya nama tersendiri loh dimana umumnya fenomena seperti ini dinamakan FOMO atau Fear Of Missing Out.
Fenomena yang pertama kali dikemukakan oleh Dr Dan Herman, seorang ahli bidang strategi pemasaran ini merasa mulai semakin meluas setelah meningkatnya penggunaan telefon, SMS, hingga sosial media.
Menurut laman jurnal Environmental Research and Public Health, FOMO bisa menjadi problematika yang mengarah pada kecemasan, tidur terganggu, kurangnya konsetrasi, dan ketergantungan pada sosial media untuk mendapatkan rasa puas (kebutuhan sosial berupa pengakuan serta kebutuhan aktualisasi diri).
Uniknya saat ini sebagian orang mengalami FOMO bukan karena takut ketinggalan berita, takut dicap tidak gaul, atau tidak mengikuti trend. Tapi dipicu oleh banyaknya kebutuhan informasi yang memang semuanya bersumber di benda pipih mereka akibat pandemi.
FOMO bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik seseorang yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari, bahkan menurut Wikipedia FOMO ini bisa berdampak pada psikologi serta perilaku (behavioral) manusia. Kecenderungan di sosial media, masyarakat membagikan pengalaman yang menyenangkan ketimbang yang buruk. Bahkan studi menemukan bahwa Fear of Missing Out ini berkaitan dengan kecemasan dan depresi.
Apakah ada yang suka gelisah ketika melewatkan banyak informasi? Bisa jadi kalian FOMO. Nah, agar bisa terbebas dari berbagai efek buruk dari FOMO. Berikut tips dan trik mengatasinya;
1.) Saring kembali penggunaan sosial media kalian
Haus akan berbagai informasi juga bisa berdampak pada kondisi mental kita, ada baiknya kita menyaring atau lebih selektif dalam memilih penggunaan wadah informasi atau sosial media, bahkan jika mampu untuk berhenti menggunakan sosial media dalam kurun waktu tertentu (30 hari atau 7 hari). Cara ini biasanya dikenal sebagai social media detox.
2.) Evaluasi dan komunikasi dengan diri kalian
Cobalah evaluasi nilai serta potensi yang ada dalam diri kalian dengan sedikit menyisihkan waktu untuk berbincang dengan diri sendiri, kalian akan paham kekurangan serta kelebihan yang kalian miliki dan mulai fokus untuk meningkatkan kualitas diri alih-alih fokus pada perkembangan orang lain di sosial media mereka.
3.) Ubah kebiasaan anda dan carilah aktivitas baru
Nah, tidak jarang FOMO ini memicu kecanduan dengan berbagai informasi menarik di berbagai sosial media, hingga kita banyak melewatkan apa-apa saja dihadapan kita. Kurang interaksi di dunia nyata, kehilangan kebersamaan dengan orang tercinta karena kita keasyikan dengan telefon dihadapan kita. Ubahlah kebiasaan candu ini dengan mencari aktivitas lain yang bermanfaat dan menantang, seperti mengembangkan skill baru yang kalian sukai.
4.) Santai saja dan luangkan waktu untuk diri sendiri
Tips terakhir dan yang tidak kalah penting adalah tidak usah terlalu risau dengan berbagai informasi serta tuntutan yang ada di sosial media. Ambil waktu sejenak untuk menyenangkan hati kalian, lupakan sejenak tugas-tugas kuliah, email kerja yang menumpuk, berita-berita yang mengganggu batin. Nikmati momen saat kalian tidak terhubung dengan dunia luar, kalian akan sadar bahwa begitu banyak hal berharga yang kalian lewatkan akibat terlalu fokus pada dunia maya.
Gimana guys, setelah tahu keempat tips mengatasi FOMO, semoga teman-teman bisa lebih santai dan fokus yah!

