
Laporan : Khairunnisa Lukman
Unsulbar News, Palu. Sepekan pasca gempa dan tsunami yang menimpa Donggala, Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat (28/09) lalu hingga saat ini (03/10/18) masih membekas.
Masyarakat kota Palu masih trauma dengan kejadian gempa dan tsunami yang memporak porandakan tempat tinggal mereka bahkan menimbulkan korban jiwa.
Ditemui Jurnalis Unsulbar News, Siti Maisarah selaku masyarakat kota palu yang saat gempa dan tsunami terjadi, ia mengatakan masih sangat trauma, “Saat ini kejadian itu masih terbayang-bayang di kepala saya,” kata sarah dengan raut wajah sedih. Dari keterangan beberapa pengungsi, saat ini masih banyak wilayah yang belum mendapat makanan dan air.
“Saya berharap, relawan atau pemerintah yang membawa bantuan logistik agar tidak terfokus di kota saja karena kami yang beberada di pedalaman sama sekali belum mendapatkan makanan, bagi polisi yang bertugas juga harus mengawal para relawan yang membawa barang logistik agar barang tersebut sampai pada pengungsi yang akan di berikan,” kata warga yang mengungsi di Jalan Kijang itu.

