Kata Mahasiswa Unsulbar Tentang Hari Sumpah Pemuda

Gambar : Sumpah Pemuda (sumber : www.bangsaku.web.id)

Penulis : Fauzan Azima, Heri Candra
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. Momentum yang tidak pernah dilupakan oleh sosok pemuda Indonesia dari Sabang sampai Meroke setiap tanggal 28 Oktober yaitu hari Sumpah Pemuda. Sebuah hari yang diperingati dalam rangka memupuk semangat kepemudaan Indonesia bahwa pemuda adalah harapan bangsa, “generasi” penerus cita-cita Indonesia.

Sadar atau tidak sadar ini merupakan cambuk bagi kita sebagai seorang pemuda Indonesia untuk menumbuhkan semangat terus berkarya, lebih produktif sehingga konsep yang kita ciptakan tidak hanya menjadi bumbu dalam ruang diskusi di warung-warung kopi saja.

Saat ini, kita sebagai seorang pemuda harus mampu melihat apa yang manjadi kekuatan kita dalam meningkatkan pruduktifitas dalam bernegara.

Mengingat bahwa peringatan hari “Sumpah Pemuda” ini sangat penting sehingga banyak dari kalangan Mahasiswa salah satunya Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) menggelar aksi untuk meperjelas eksistensinya sebagai pilar bangsa dan untuk memeriahkan hari bersejarah ini. Beginilah ungkapan – ungkapan Mahasiswa Unsulbar.

Wahyuddin (Manajemen) berpendapat pemuda sekarang harus sadar akan perannya dan berharap agar dibukanya ruang-ruang penyadaran terhadap pemuda untuk bisa mendiskusikan seperti apa seharusnya mahasiswa di era milenial ini, bahwasanya pemuda hari ini sudah tidak berjalan seperti semestinya lagi dan peran pemuda sangat penting untuk pembaharuan Negeri ini menjadi lebih baik lagi. 

“Beri aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncangkan dunia,” ungkapnya sembari mengutip kata pendiri bangsa, Ahad (28/10/18). 

Hari sumpah pemuda harus diperingati secara nyata, gerakan yang harusnya dilakukan adalah bagaimana kita merangkul semua pemuda, mengajak pemuda memperingati sumpah pemuda itu sendiri supaya mereka sadar dan mampu menganalisa kejadian di zaman modern ini, dimana nilai-nilai pancasila harus ditanamkan di dalam hati dan jiwa seorang pemuda, serta mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan pancasila” ujar Adry mahasiswa jurusan ilmu politik. (28/10/18).

Sedangkan Muh Iqbal menilai pemuda bisa belajar kepada orang tua saat ini dan jangan sekali-sekali melupakan sejarah, serta sebagai mahasiswa ilmu yang kita dapatkan harus diimplementasikan.

“Pemuda harus bisa belajar kembali pada orang tua saat ini, dimana di zaman mudanya, mereka tidak hanya diam ketika melihat ketimpangan sosial yang terjadi, mereka lantas saha bergerak untuk dapat merubah kesalahan-kesalahan sosial yang mewabah. Kata Soekarno, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karna di sisi lain kita juga banyak melihat peristiwa besar yang banyak dibintangi oleh pemuda,” ungkap mahasiwa Perikanan. (28/10/18)

Lanjutnya, melihat kondisi saat ini, kita memang sudah merdeka secara de facto tetapi banyak terjajah di wilayah pemikiran, bahwasanya Indonesia belum betul-betul merdeka secara nyata, kita harus banyak berproses baik diorganisasi eksternal maupun internal kampus agar kita bisa mengimplementasikan ilmu yang kita dapatkan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok