Tren Baca Ala Generasi Milenial

Gambar: Ilustrasi (iStockphoto.com)

Penulis: Nurunnisa Alimah A, Sinta Syamsuddin
Editor: Masdin

Unsulbar News, Majene. Apakah kalian gemar membaca buku?. Jika ia, maka Anda sama seperti sebagian orang yang ada di luar sana. Mungkin Anda sering mendengar pepatah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Peribahasa yang satu ini memiliki makna bahwa buku adalah sumber ilmu pengetahuan. Dengan membaca buku orang akan tahu segala hal yang ada di dunia ini, walaupun mereka tidak pernah ke sana dan menyaksikan secara langsung.

Ketika mendengar kata “buku”, mungkin yang terbesit dipikiran orang kebanyakan adalah kumpulan kertas, mudah rusak, tidak efisien dibawa ke mana-mana mengingat bahannya yang mudah rusak (robek), dan mengambil ruang atau tempat yang cukup luas, serta berat tentunya jika dibawa dalam jumlah yang banyak.

Namun beda ilalang beda belalangnya. Yah perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Banyak hal dari berbagai sektor kehidupan yang telah berubah akibat perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Jika dahulu orang harus ke toko untuk membeli sesuatu maka dengan teknologi di rumah pun bisa dilakukan. Begitu pun dengan gaya hidup jika dahulu orang dikatakan membaca buku jika ada buku ditangannya, namun sekarang sudah berubah. Setiap orang bisa membaca buku tanpa harus memegang bukunya. Yah inilah yang disebut E-Book (Electronic Book) atau dalam bahasa Indonesia disebut buku elektronik.

Dimasa dewasa ini E-Book telah menjadi sebuah tren di kalangan generasi milenial. Ihwal bermodalkan komputer, laptop, atau gadget sekalipun, kamu sudah bisa menikmati beragam buku yang dikemas khusus dalam format pdf, jpeg, doc, lit, dan html. Sehingga mudah dibawa ke mana-mana dan ini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat, terutama mahasiswa untuk dijadikan sebagai sarana pembelajaran menggantikan buku cetak konvensional.

Muthia Arby contohnya, salah satu mahasiswa Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) jurusan pendidikan bahasa Inggris yang gemar membaca dan mengoleksi beragam E-Book. Menurutnya, E-Book sangat bermanfaat bagi dirinya sebagai mahasiswa, khususnya bagi yang tidak memiliki dana untuk membeli buku atau tidak ingin repot membawa banyak buku ke kampus. “Saya memiliki banyak buku dalam format E-Book, bukan hanya buku diktat tentang mata kuliah saya, tetapi ada juga novel dan kumpulan cerpen. Saya bisa membacanya kapan pun dan dimana pun,” tuturnya kepada Unsulbar News (29/10/18).

Muthia mengaku bahwa dia juga memiliki grup yang khusus membahas dan sharing tentang E-Book yang sedang tren dibaca oleh orang lain. Dia juga menyarankan untuk menggunakan E-Book seperti apa yang telah dilakukannya mengingat hampir keseluruhan mahasiswa pasti memiliki gadget.

“Saya juga memiliki grup belajar tempat saya dan teman-teman saya berbagi E-Book, membahas tentang E-Book yang sedang banyak dibaca orang saat ini, dan sangat memudahkan kami dalam sharing dan belajar. Saya menyarankan semua teman-teman mahasiswa untuk menggunakan E-Book, dan merasakan manfaatnya sendiri,” tutur Muthia.

Terlepas dari itu semua, E-Book telah berhasil menjadi sarana alternatif dalam proses pembelajaran. Dengan segala tren positif dan catatannya, keberadaan E-Book mulai dirasakan penting, karena aspek kepraktisan dan sangat cocok untuk sistem belajar tersebar atau sistem belajar jarak jauh. Namun yang terpenting adalah keberadaan E-Book dikalangkan mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan minat membaca. Bagaimana menurut kalian?. Sangat praktis bukan !!!

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok