
Jurnalis : Citra Indah Pratiwi
Editor : Masdin
Unsulbar News, Majene. Penyegelan kembali terjadi di Gedung Rektorat Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) dimana dilakukan oleh para staf dan dosen Non- PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang tergabung dalam Aliansi Unsulbar Menggugat (AUM), Senin (04/02/2019)
Penyegelan yang berlangsung sekitar jam 11:00 WITA ini dilakukan tidak hanya di gedung rektorat saja, namun fasilitas-fasilitas lain seperti Dekanat fakultas. Sebelum melaksanakan aksi tersebut, staf yang tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di rektorat di pulangkan.
Berdasarkan penjelasan dari Juru bicara (Jubir) AUM, Umar menjelaskan, hal Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kurang lebih setelah Unsulbar berdiri, ada ratusan dosen dan staf yang belum memiliki kejelasan status PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) serta gaji yang dinilai tidak memadai. Hal inilah yang ditengarai menjadi penyebab penyegelan dilakukan.
“kami membutuhkan petinggi kampus untuk lebih progresif dan sebelum tuntutan kami belum menemukan solusi yang tepat aksi ini akan terus berlanjut,” acamnya (04/02).
Ditemui setelah kegiatan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2019 di SMA Negeri 2 Majene, Abdul Latif Dollah MM, selaku kepala biro akademik mengungkapkan bahwa P3K merupakan kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, pihak kampus akan memberikan dorongan
“Kita mau dorong, pegawai yang tidak memenuhi syarat menjadi CPNS di P3K” jelasnya.
Baca juga : Kampus Disegel Hingga Awal Perkuliahan, Jubir AUM: Pembelajaran Online Tidak Masalah

