
Jurnalis: Kristanti
Editor: Masdin
Unsulbar News, Majene. Kerja keras adalah kata kunci yang menghantarkan Dinda Julia Putri (21) menjadi salah satu pemenang dalam kompetisi esai tahunan Annual Essay Write To China 2019.
Esai yang ia buat berhasil membawanya masuk dalam 20 besar dari lomba yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia ( FPCI ) bersama dengan Embassy of People’s Republic of China di Jakarta. Mengangkat tema ” Stengthening Indonesia China Bilateral Relations” atau hubungan bilateral antara Indonesia – China ini diikuti kurang lebih 600 peserta dari kalangan pelajar hingga mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Terdaftar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Program studi (Prodi) ilmu Hubungan Internasional (HI) angkatan 2016, dalam tulisannya ia mengangkat tentang bantuan China kepada Indonesia dalam bentuk infrastruktur guna memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara tersebut mengantarkan ia keluar sebagai salah satu pemenang.
Ditemui Jurnalis Unsulbar News (11/03/19), putri pasangan Firdaus dan Hj Johanna S itu menceritakan awal mula mengetahui akan lomba tersebut.
“Informasi tentang perlombaan ini pertama saya lihat di instagram, jadi kita harus rajin mencari informasi tentang evan internasional,” ujarnya.
Selain kerja keras, kunci sukses dari tulisan yang ia buat adalah dengan perbanyak latihan menulis dan wawancara. Serta yang paling penting adalah rajin berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Tak lupa ia mengucapakan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan mengikuti perlombaan itu.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua dosen HI yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu atas dukungan dan bantuannya mulai dari penulisan paper sampai latihan interview. Sehingga saya bisa menang dalam lomba ini,” ucapnya.
Atas kemenangan tersebut, Dinda dan 19 peserta lainnya mendapat hadiah berupa Trip ke beberapa tempat di China dan juga Indonesia selama dua minggu, tercatat 22 Maret sampai 12 April 2019 dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh pihak penyelenggara program, mencakup semua proses dan biaya visa serta akomodasi, transportasi, dan makan selama perjalanan. proses . Selama program, mereka akan mengikuti kelas di beberapa universitas yang ada di China, berkunjung ke situs-situs budaya dan sejarah serta berpartisipasi dalam diplomasi people-to-people antara Indonesia dan China.
Jelang keberangkatannya, berbagai persiapan telah ia lakukan mulai dari persiapan mental dalam hal ini menjaga kesehatan, mempersiapkan peralatan pribadi khususnya pakaian yang sesuai dengan cuaca dingin di negara tersebut dan mempersiapkan berkas-berkas seperti paspor dan visa.
Saat ditanya mengenai harapannya, wanita pencinta Drama Korea itu berharap rencana keberangkatannya dapat berjalan dengan baik, mengikuti semua kegiatan disana hingga mendapat pengalaman baru. Harapnya agar tahun depan lebih banyak lagi mahasiswa Unsulbar yang mengikuti kegiatan ini.
“Saya berharap agar tahun depan lebih banyak yang mengikuti perlombaan ini karena tahun ini perwakilan dari Sulawesi hanya saya,” tuturnya.
Tercatat, berbagai kegiatan baik tingkat nasional maupun internasional sudah ia ikuti dan terbaru yaitu Bali Democracy Students Conference (BDSC) yang diselenggarakan di Bali dimana diikuti oleh peserta dari 58 negara.
