
Penulis : Ramlah
Editor : Masdin
Unsulbar News, Majene. Menjadi yang terbaik dalam segala hal adalah kemauan setiap orang, terlebih kegiatan berskala nasional seperti yang diraih oleh dosen Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) berikut ini.
Menjadi peringkat pertama dalam pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), golongan III,angkatan I, Kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) 2018 dari seluruh dosen Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia tengah dan timur. Prestasi ini diraih oleh Fauziah Hakim, dosen Program studi (Prodi) Pendidikan matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsulbar.
“Percaya diri, andalkan Tuhan,” inilah Filosopi yang senantiasa ia pegang dalam hidupnya.
Lahir dari pasangan Dr H Ahmad Hakim M Ag yang merupakan dosen Fakultas agama islam, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan Dra Hj Karnati yang merupakan ibu rumah tangga. Perempuan kelahiran Ujung Pandang, 11 Agustus 1992 ini merupakan alumni Srata 1 (S1) Pendidikan matematika (2010-2014) dan Strata 2 (S2) Pendidikan Matematika (2015-2017) dari Universitas Negeri Makassar (UNM). ia mengabdikan diri untuk bangsa dan negara dengan mengajar di MAN 2 Kota Makassar (2016-2018) guna proses menyelesaikan gelar masternya.
Sebelum seperti saat ini, ada suatu kegagalan yang justru berbuah manis. Singkat cerita, sebelum melanjutkan gelar masternya ia pernah ikut seleksi CPNS 2014 untuk formasi salah satu guru Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kabupaten Pinrang dan hanya memperebutkan satu tempat. Namun belum lolos dikarenakan skor Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang ia peroleh hanya 310.
“Kecewa ?, tentu. Tetapi hanya beberapa hari. Setelah itu saya bertekad, tes CPNS berikutnya yang saya ikuti, saya akan memperoleh skor TKD di atas 400,” harapnya.
Tepat di tahun 2017, merupakan seleksi CPNS pertama setelah kegagalannya 3 tahun lalu. Saat itu mimpinya besar, menjadi seorang dosen. Akhirnya ia mendaftar untuk formasi dosen asisten ahli di bawah Kemenristekdikti untuk instansi Unsulbar unit kerja Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (sekarang di FKIP) Prodi pendidikan matematika, masih dengan memperebutkan satu tempat.
“Saya masih ingat jelas janji pada diriku sendiri beberapa tahun yang lalu, skor TKD 400 ke atas adalah harga mati,” tekadnya.
Hingga pada akhirnya Tuhan mendengar dan melihat segala usahanya. Ketika tes selesai, skor yang ia peroleh muncul di layar komputer yang ada di hadapannya. Skor tersebut membawanya lolos dan menjadi 1 orang terpilih sebagai dosen .
“Sejenak ketika melihat pengumuman akhir kelulusan, saya berpikir, jika di tahun 2014 saya lolos CPNS, saya mungkin tak akan merasakan menjadi dosen, saya mungkin belum menyelesaikan program magister, dan saya mungkin tidak akan merasakan pengalaman berharga mengajar selama 2 tahun di MAN 2 Kota Makassar,” jelasnya.
Jangan kecewa berlebihan dengan kegagalan. Kegagalan adalah guru terbaik, kegagalan adalah saat terbaik untuk bangkit dan melipatgandakan usaha serta doa. Tuhan punya rencana terbaik untuk setiap langkah kehidupan kita. Percayalah.

