Hadiri Mubes, WD I FKIP Kagum dengan Progres EDSA

Gambar : Suasana pembukaan Mubes ke 2 English Department Student Association (EDSA) (25/11)

Jurnalis : Nurunnisaa Alimah A
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene – Musyawarah Besar (Mubes) ke-2 oleh English Department Student Association (EDSA), Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berlangsung di Aula SMAN 3 Majene (25/11/2019).

Mengusung tema “Menata Karakter Kepemimpinan yang Solid dan Berintelektual dalam Bermusyawarah” ini dibuka langsung oleh Dr Sitti Sapiah SS M Hum selaku Wakil Dekan (WD) 1 FKIP dan dihadiri oleh semua Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) lingkup FKIP.

Dalam sambutannya, Dr Sitti Sapiah mengaku setuju terkait dengan tema yang diangkat dimana kata berintelektual memiliki arti dan cakupan yang luas. Dia juga mengutarakan pesan dari Dekan FKIP terkait kegiatan kemahasiswaan, bahwa peserta harus belajar untuk mengelola konflik dengan sebaik-baiknya, belajar untuk saling berinteraksi, bersinergi, saling menerima dan saling memahami. Beliau berharap semoga Musyawarah Besar ini dapat melahirkan kesepakatan yang bisa membawa EDSA jauh lebih baik dan lebih maju.

Dalam wawancara terpisah dengan Unsulbar News, Dr Sitti Siapah mengungkapkan bahwa ia sangat menyambut positif adanya Mubes ini, “Saya sangat menyambut positif dengan adanya musyawarah besar ini. Dimana kita tahu bahwa secara substansi tujuan dari musyawarah ini adalah melahirkan pemimpin baru, tetapi dalam prosesnya akan melahirkan gagasan-gagasan untuk kemajuan EDSA sendiri,” ungkapnya.

Dosen berkacamata ini mengaku kagum melihat progress anggota EDSA yang selalu bergerak dinamis, semangat dan menunjukkan eksistensinya. Dia menilai bahwa EDSA telah dianggap berhasil dengan melihat kemajuan dan kemandiriannya.

Dia juga berharap setelah dilaksanakannya Mubes ini, EDSA menjadi lebih baik lagi dan pemimpin terpilih nantinya dapat semakin membawa aspirasi anggotanya.

“Saya harapannya semoga saja setelah adanya musyawarah ini, EDSA menjadi lebih baik lagi, para pemimpin yang terpilih nantinya dapat semakin membawa aspirasi anggotanya, dan berproses secara psikologi dan karakter sampai matang sehingga memiliki bekal ketika nantinya selesai dari FKIP dan terjun ke masyarakat.” tuturnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok