Tips Lolos Beasiswa Bank Indonesia

Gambar : GenBI

Penulis : Febrianti Daeng Mangetten
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. Hai pejuang beasiswa? Yang namanya beasiswa siapa sih yang gak mau? Hitung-hitung bisa mengurangi beban orangtua untuk bayar UKT dan kos, bahkan untuk modal usaha kecil-kecilan. Nah, bagi kamu yang lagi pusing butuh dana lebih, beasiswa Bank Indonesia bisa jadi pilihanmu untuk dapat tambahan uang dengan cara yang keren.

Minat tapi sudah pesimis duluan?

Ada gak yang berpikir seperti ini:
“‘Bank Indonesia’ dari namanya aja udah elit banget tuh. Ah, aku pasti gak lolos.”
“Aduh yang diterima cuma 50, sedangkan yang mendaftar se-universitas. Banyak saingan.”

“Ada tahap wawancara, pasti susah. Gimana kalau aku gak bisa jawab pertanyaan?” dan berbagai kecemasan lainnya yang bikin kamu ragu mendaftar. Tenang, jangan pesimis dulu. Selama kamu memenuhi kriteria, peluang untuk lulus itu ada. Maka dari itu, ada baiknya kamu membaca tulisan ini dulu. Siapa tahu bisa lebih meningkatkan kepercayaan dirimu.

Sebelumnya, kamu harus tahu beasiswa Bank Indonesia terbagi dua. Beasiswa reguler dan beasiswa unggulan. Beasiswa reguler diperuntukkan untuk mahasiswa dengan latar ekonomi kurang mampu dengan prestasi yang baik. Sedangkan beasiswa unggulan, diperuntukkan untuk mahasiswa berprestasi dengan standar kriteria yang lebih tinggi dari reguler, dan hanya ada di PTN terakreditasi tinggi di setiap wilayah. Tapi, yang mau saya bahas kali ini hanya beasiswa reguler.

Berikut ini syarat-syarat penerima beasiswa Bank Indonesia. Pastikan dirimu memenuhi syarat ya.
Wajib :

  1. Mahasiswa Aktif (tidak dalam status cuti akademik)
  2. Telah menyelesaikan minimal 40 (empat puluh) SKS
  3. Memiliki Index Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 (skala 4.00)
  4. Usia maksimal 23 tahun pada saat menerima beasiswa
  5. Tidak sedang menerima beasiswa dan atau berada dalam status ikatan dinas dari lembaga/instansi lain
  6. Berasal dari latar belakang ekonomi keluarga kurang mampu (pra sejahtera)
  7. Membuat motivation letter (dalam Bahasa Indonesia)
  8. Menyertakan surat rekomendasi dari 1 tokoh (akademik atau non-akademik)
  9. Memiliki minat dan pengalaman menjalankan aktivitas sosial yang mempunyai dampak kebermanfaatan bagi masyarakat
  10. Bersedia berperan aktif dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) dan berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia
  11. Mengisi formulir
  12. Pas foto 3×4 (1 lembar)
  13. Fotokopi KTP
  14. Fotokopi kartu mahasiswa
  15. Transkrip nilai
  16. Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain (materai 6000)
  17. Surat rekomendasi dari satu orang tokoh (stempel basah)
  18. Motivation Letter
  19. Surat pernyataan bersedia berperan aktif dalam Generasi Baru Indonesia (materai 6000)

Tidak wajib :

  1. Sertifikat/Piagam
  2. Portofolio
  3. Kartu keluarga
  4. Surat keterangan tidak mampu dari desa atau camat
  5. Dokumen lain yang relevan

Setelah yakin memenuhi kriteria di atas, berikut tips yang bisa kamu lakukan:

  1. Persiapkan diri dari jauh hari. Standar IPK adalah 3,00. Tapi lebih dari itu, sudah pasti akan mendapat nilai lebih. Kembangkan dirimu dengan mengikuti organisasi, lomba, seminar, dan sebagainya. Hal itu tentu saja akan menjadi nilai tambah.
  2. Lengkapi berkas yang dibutuhkan. Pastikan berkas yang kamu kumpul lengkap. Jangan lewatkan satu berkas pun. Kalau dari hal kecil saja tidak mampu dipenuhi, bagaimana dengan hal besar kan teman-teman? Dari situ juga bisa dilihat keseriusan kita. Kumpulkan semua berkas pendukung yang kamu punya. Bahkan jika itu hanya bernilai kecil. Susun dengan rapi sebelum memasukkannya ke dalam map.
  3. Tuangkan semua kelebihanmu pada CV dan Motivation Letter. Pada CV jangan kosongkan satu kolom pun. Jawablah sebaik mungkin. Cantumkan prestasimu sekecil apapun itu, selagi benar adanya. Begitu juga dengan bakat yang kamu miliki. Tidak harus ahli kok baru kamu boleh menuliskannya. Tapi ingat, yang kamu tulis harus bisa dipertanggungjawabkan ya.
  4. Buat motivation letter semenarik mungkin. Dalam motivation letter, ada dua poin penting. Yang pertama, motivasimu memperoleh beasiswa. Kedua, apa yang membuatmu pantas diterima. Buat semenarik mungkin dengan tulisan yang rapi agar lebih menonjol dari ratusan berkas lainnya. Bila perlu beri judul agar penilai tertarik untuk membaca. Tunjukkan semangat dan keseriusanmu mengikuti seleksi ini. Yakinkan bahwa kamu siap aktif dalam komunitas GenBI bila diterima. Hal penting yang pernah disampaikan pembina kami pada saat sosialisasi beasiswa: “Jangan jual ‘kemiskinanmu’ tapi kelebihanmulah yang kamu tonjolkan.” Juga yang tak kalah penting, perhatikan format penulisan dan batas jumlah kata yang telah ditentukan.
  5. Tahap Wawancara Pakai pakaian yang rapi dan sopan.Kenali genbi dan Bank Indonesia dengan baik. Kamu bisa mencari tahu lewat internet. Gambarkan diri, dan jelaskan kelebihan dan kekuranganmu. Baca ulang CV sebelum memulai wawancara supaya tidak ada yang kelupaan. Terakhir, siapkan dari jauh hari untuk menghindari ‘blank’ dan gagap saat sudah berhadapan dengan pewawancara.

Nah, begitulah tips dari saya selaku penerima beasiswa Bank Indonesia tahun 2020. Semoga membantu teman-teman sekalian ya. Salam sukses.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok