Aksi Hari Tani Nasional, Mahasiswa Majene Tuntut 7 Poin ke Pemerintah

Gambar : Suasana peringati Hari Tani Nasional di Bundaran Tugu Perjuangan Kota Majene, Kamis (24/9/2020).

Jurnalis : Ahmad
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Pejuang Rakyat Majene menggelar aksi Hari Tani Nasional di Bundaran Tugu Perjuangan Kota Majene, Kamis (24/9/2020).

Dalam aksi yang berlangsung, setidaknya ada tujuh tuntutan yang disampaikan dalam selebaran surat petani dan masyarakat secara luas tentang reklaming tanah, air, udara dan kekayaan alam. Berikut tujuh tuntutan tersebut.

  1. Tuntaskan agenda tanam objek reformasi agraria atau Tora ( distribusi dan sertifikasi tanah untuk rakyat)
  2. Tolak pembangunan Water Front City
  3. Tinjau ulang daerah kawasan (hutang produksi dan hutang lindung)
  4. Terbitkan Perda pembatasan hak milik atas tanah
  5. Tolak tambang pasir laut Kodingareng ( Boskalist is the new colonialist )
  6. Batalkan omnibus law RUU Cipta Kerja
  7. Sahkan UU Masyarakat adat

Jenlap dalam aksi, Muh Rifai (Ilmu Politik Unsulbar, 2017) saat diwawancarai Unsulbar News berharap agar poin – poin yang diutarakan bisa didengar oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Semoga pemerintah mendengar aspirasi yang kami sampaikan dan dapat mengusahakan semaksimal mungking untuk mewujudkan reforma agraria yang sejati,” ujarnya via WhatsApp (24/09).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok