Teliti Pengguna Game, Asrul Agus Jadi Lulusan Terbaik Unsulbar

Asrul Agus, S Si

Jurnalis: Febrianti Daeng Mangetten
Editor: Masdin

Unsulbar News, Majene. Identik dengan pengaruh negatif, game seringkali dianggap menjadi salah satu penghalang mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Namun, rupanya hal itu tak berlaku bagi Asrul Agus, S Si.

Hobi bermain game mengantarkan dirinya untuk mengambil tugas akhir skripsi dengan judul “Model Epidemi SIR pengguna/Pemain Mobile Games pada Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sulawesi Barat.” Alasannya memilih judul tersebut karena dirinya merupakan penggemar game akut. Ia tertarik mengkaji penggunaan game berlebihan yang berdampak pada kecanduan.

Alhasil, Asrul dinobatkan sebagai lulusan terbaik dari Prodi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini, mampu lulus dalam waktu 3 tahun 10 bulan dengan IPK nyaris sempurna yakni 3,97 dan predikat kelulusan pujian. Selain itu, ia juga terpilih sebagai wisudawan terbaik fakultas FMIPA sekaligus wisudawan terbaik program strata 1 (S1) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) pada wisuda ke-IX 2020.

Lebih lanjut, ia menerangkan pemodelan matematika adalah pemfokusan Matematika yang banyak diterapkan di berbagai bidang. Dalam penelitiannya sendiri ia gunakan mengelompokan mahasiswa yang memungkinkan kecanduan game, yang sudah terindikasi kecanduan, dan yang sudah sembuh.

Dengan data yang ada, dapat diprediksi tindakan yang bisa mengurangi kecanduan game, tindakan untuk memperbesar kemungkinan sembuh dari kecanduan game, prediksi berapa lama indikasi kecanduan game bertahan lama, dan lain-lain.

Selama berstatus mahasiswa di Unsulbar, aktif sebagai pengurus BEM FMIPA, ia juga pernah mewakili Unsulbar dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON-MIPA) 2019.

Pria kelahiran Wonomulyo, 17 Juni 1998 ini, membenarkan banyak menemukan berbagai kendala akibat pandemi Covid-19 dalam penyusunan skripsi, seperti akses yang terbatas dalam pengumpulan data di lapangan. Namun, hal itu tidak menjadi hambatan baginya. Menurutnya, mahasiswa harus berpikir kreatif dan logis untuk menemukan jalan keluar.

“Kita sebagai mahasiswa harus berpikir kreatif dan logis untuk mengatasi itu biar tidak jadi hambatan penyelesaian tugas akhir. Misalnya, membuat kuisioner menggunakan Google Forms untuk mengambil data pada sampel,” terangnya.

Lebih lanjut, putra dari pasangan Agussalim dan Haesura tersebut, mengakui sudah menargetkan untuk lulus dengan cepat dari awal.

“Selain tuntutan dari mahasiswa penerima bidikmisi yang dituntut untuk cepat lulus, memang keinginan sedari awal untuk selesai dengan cepat,” tuturnya.

Menurutnya, rasa jenuh dalam tahap penyusunan skripsi adalah hal wajar yang dapat dilawan dengan mengingat kembali tujuan awal kuliah.

“Kalau saya sih, selalu berpikir dan ingat tujuan awal di Unsulbar itu untuk apa, dan berpikir untuk tidak menyia-nyiakan fasilitas yang dikasih dari kampus dan pemerintah. Apalagi yang dapat bidikmisi itu, bebannya lebih karena dituntut untuk cepat selesai. Jadi rasa jenuh dan capek itu wajar, pasti ada tapi jangan sampai menyerah,” ujar anak bungsu dari 3 bersaudara tersebut.

Ia berpesan kepada mahasiswa untuk tetap semangat dan tidak menjadikan kondisi sebagai halangan. “Untuk adik-adik mahasiswa, tetap semangat dalam menuntut ilmu bagaimanapun kondisinya. Kuliah itu bukan tentang seberapa mahal biaya pendidikan, seberapa megah bangunan, tapi kembali lagi bagaimana kita menjalaninya. Masing-masing akan menentukan kesuksesan diri di masa yang akan datang,” katanya.

Untuk rencana kedepan, Asrul menyebutkan jika memperoleh beasiswa, ia ingin melanjutkan pendidikan di pulau Jawa dengan alasan untuk mendapatkan pengalaman lebih. Tetapi, ia jtidak masalah untuk kuliah di mana saja, karena baginya yang terpenting adalah bagaimana menjalaninya dengan baik.

“Saya jadi teringat kutipan dari salah satu dosen yang berkesan untuk saya pribadi. ‘Jadilah seperti emas. Ditempatkan di manapun, kualitas emas tetaplah emas. Terkubur jauh di dasar tanah, bahkan di dalam lumpur sekalipun, yang namanya emas akan tetap berharga dan dicari,'” ungkapnya.

Selain Asrul, berikut wisudawan terbaik Unsulbar 2020 tiap fakultas:

  1. Fakultas Pertanian dan Kehutanan yakni Fitriani, S Hut dengan IPK 3,87 dan predikat kelulusan pujian
  2. Fakultas Ilmu Kesehatan
    a. Strata 1 (S1) yakni Sri Devi, S Kep, dengan IPK 3,84 dan predikat kelulusan pujian
    b. Profesi Ners yakni Musniati, S Kep Ns dengan IPK 3,97 dan predikat kelulusan pujian
  3. Fakultas Ekonomi yakni Hikmah Sudirman, S E dengan IPK 3,90 dan predikat kelulusan pujian
  4. Fakultas Teknik Muhammad yakni Nagib S Hisam, ST dengan IPK 3,97 dan predikat kelulusan pujian
  5. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik yakni Dinda Julia Putri, S IP dengan IPK 3,96 dan predikat kelulusan pujian
  6. Fakultas Peternakan dan Perikanan yakni Tutut Apriliyani, S Si dengan IPK 3,90 dan predikat kelulusan pujian
  7. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yakni Ramlah, S Pd dengan IPK 3,94 dan predikat kelulusan pujian

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok