
Jurnalis : Nur Annisa T
Editor : Masdin
Unsulbar News, Majene. Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menerima 10 orang mahasiswa dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh di gedung HG, Parang-Parang, Rabu (24/03/2021).
Didampingi Wakil Rektor III Unimal Aceh, Baidahwi SP MP, kesepuluh mahasiswa berbagai jurusan tersebut datang ke Unsulbar dalam rangka mengikuti program outbound, salah satu program dari kementerian yang berkaitan dengan Kampus Merdeka.
Ditemui di sela penyambutan, kepada Unsulbar News WR III Unimal tersebut berharap agar kegiatan ini mampu membuat mahasiswanya bisa melihat Indonesia dalam skala yang luas. Beliau juga mengatakan program ini adalah salah satu cara pertukaran budaya antara mahasiswa Aceh dan mahasiswa Sulbar.
“Mereka lahir di Aceh, sekolah di Aceh, kerja di Aceh, menikah di Aceh bahkan meninggal pun di Aceh dan kita kirim disini untuk pertukaran budaya, yang di Aceh bisa mengajarkan budaya Aceh dan budaya Sulbar bisa diajarkan di mahasiswa Aceh,” ungkapnya (24/03).
Saat ditanya mengapa memilih Sulbar sebagai lokasi program, alasannya dikarenakan masyarakat Sulbar sangat terbuka serta adanya keterikatan sejarah. Alasan lain, karena bencana gempa Sulbar pada awal tahun 2021 masih meninggalkan dampak di masyarakat, sedangkan program yang akan dijalankan lebih ke aksi kemanusiaan.
Di lokasi yang sama, Rektor Unsulbar, Dr Ir H Akhsan Djalaluddin, M S sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kedepan mahasiswa Unsulbar juga bisa belajar ke luar kampus, mengingat Unsulbar memiliki kerja sama dengan 100 universitas di Indonesia.
“Kegiatan ini sangat luar biasa ya, mahasiswa Aceh datang jauh-jauh untuk belajar budaya di Sulawesi. Sebenarnya mahasiswa Unsulbar juga bisa kita utus untuk keluar belajar seperti ini juga karena peluang kerja sama Unsulbar banyak dan dengan adanya program mahasiswa Aceh ini, saya harap mahasiswa Unsulbar juga berani untuk keluar belajar,” pungkasnya (24/03).
Salah satu mahasiswa Unimal, Reski mengatakan kedatangannya di Unsulbar disambut hangat dengan suguhan kekeluargaan dan memberikan apresiasi luar biasa kepada pihak rektorat Unsulbar.
“Saya melihat sambutan Unsulbar sangat hangat, kekeluargaannya sangat erat, sambutan rektor Unsulbar sangat luar biasa,” ujar mahasiswa angkatan 2017 itu.
Lebih lanjut, Reski menjelaskan beberapa program dan terget yang ingin dicapai dalam kegiatan outbound ini.
“Tadi baru saja mengadakan rapat relawan, gerak pertama akan dilakukan bulan depan dimana ada 2 lokasi yakni target kami untuk menetap setiap satu bulan di kedua tempat tersebut. Maksimal kami akan stay di Sulawesi Barat kurang lebih 6 bulan dan minimal 4 bulan,” tuturnya (25/03).
Ia juga mengatakan dalam program, kegiatan akan lebih ke bentuk kemanusiaan kepada korban bencana gempa Sulbar. “Dimana kita ketahui bahwa Aceh juga pernah mengalami gempa dan tsunami di tahun 2004, jadi kami juga akan ikut membantu mengembalikan semangat para korban,” tutupnya.
