
Penulis : Ester Lita Sareong
Editor : Shelynda Trifebriani Nursalam
Unsulbar News, Majene — Festival Sayyang Pattuduq atau kuda menari digelar Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) pada Senin (28/11/2022) siang.
Setidaknya puluhan kuda menari ditambah bendi atau delman mengisi acara tersebut.
Terlihat kuda dengan nomor urut satu ditunggangi Rektor Unsulbar Dr Ir H Akhsan Djalaluddin, MS.
Disusul kuda dan bendi ditunggangi wakil rektor, dekan, wakil dekan, hingga pegawai Unsulbar lainnya.
Para civitas Akademika Unsulbar ini menempuh perjalanan dari depan Boyang Assamalewuang. Kemudian finish di depan stadion Prasamya Majene.
Rektor Akhsan menuturkan, digelarnya festival ini dalam rangka memeriahkan dies natalis Unsulbar tahun ini yang ke-14.
“Sangat luar biasa, ini salah satu langkah kita melestarikan budaya Mandar,” tambah Akhsan Kepada Unsulbar News.
Lanjut Akhsan, festival ini juga jadi hiburan dan tontonan bagi masyarakat Majene.
Salah satu penunggang kuda atau pessawe, Wakil Dekan II Fapertahut, Nurlaela SP M Si mengaku begitu menikmati festival ini. Sehingga ia harap bisa dilaksanakan setiap tahun oleh Unsulbar.
“Agar kelestariannya tetap terjaga oleh masyarakat,” tambahnya.
Guna kelancaran kegiatan, pihak kepolisian ikut terlibat untuk menjaga dan mengamankan rute sayyang pattuduq.
Salah satu personil Polres Majene, Ipda Akhmad HS, S Sos mengatakan sistem keamanan yang mereka berikan adalah memplot semua perempatan yang dilalui.
“Jumlah personel yang berugas secara keseluruhan sekitar 45 orang,” terangnya saat diwawancara di depan Stadion Prasamya.

